Nama Jakarta Terambil dari Surat Al-Fath? - SQ BLOG

Kajian

Post Top Ad

Minggu, 11 Juni 2017

Nama Jakarta Terambil dari Surat Al-Fath?

Salam Sobat - SQ Blog, hari puasa ini semoga semuanya tetap semangat dalam setiap aktivitasnya. Admin kali ini akan sedikit bercerita tentang asal kota Jakarta. "Yaa ud bertahun2 hidup di Jakarta masa asal namanya aja nggak tahu." Nah kali ini admin sedikit akan bagikan informasi tersebut. Admin tertarik share info ini karena sedikit banyaknya terkait dengan sejarah awal Islam di Indonesia.



Penasaran nggak sobat? Awal kisahnya begini...
 
Setelah Portugis masuk ke Indonesia yang membawa 3 misi utama, gold, glory, dan gospel. Mereka pun mengincar wilayah-wilayah nusantara yang strategis, termasuk Sunda Kelapa yang memiliki pelabuhan yang ramai dikunjungi para pedagang dari berbagai negara. Portugis akhirnya berinisiatif untuk memonopoli wilayah tersebut pada tahun 1512 M. Namun menuai kegagalan karena sikap permusuhan yang ditunjukkan oleh sejumlah pemerintahan Islam di Jawa, seperti Demak dan Banten. (Wikipedia)

Lanjut kisah, tahun 1522 Portugis berhasil memasuki wilayah Sunda Kelapa, kemudian Gubernur Alfonso d'Albuquerque yang berkedudukan di Malaka mengutus Henrique Leme untuk membangun benteng di sana. Mereka pun dengan 3 misinya mulai mengekspansi wilayah tersebut dan membangun tempat-tempat ibadah. Hal ini diketahui oleh kerajaan Demak yang saat itu dipimpin oleh Sunan GUnung Jati. Ia pun mengirim menantunya yang bernama Fathullah, orang-orang lokal biasa memanggilnya Fatahillah, dan orang-orang Potrugis memanggilnya Faletehan.

Singkat cerita Sobat, Fatahillah berhasil menguasi wilayah Sunda Kelapa dari tangan penjajah Portugis ketika itu. Pristiwa itu terjadi pada tanggal 22 Ramadhan 923 H, bertepatan dengan 22 Juni tahun 1527 M. Fatahillah dan pejuang Islam menyadari bahwa kemenangan tersebut adalah anugerah dari Allah. Kemudian Fatahillah menggantikan nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta. Kata ini (Jayakarta) terambil dari awal surat al-Fath yaitu (فَتْحًا مُبِينًا) yang artinya dalam bahasa lokal disebut Jayakarta. Kemudian seiring waktu disingkat menjadi Jakarta.

Sampai saat inipun, peringatan hari jadi Jakarta tetap diperingati pada 22 Juni 1527. Ketetapan ini berdasarkan keputusan DPR Sementara Kota Jakarta Nomor 6/D/K/1956.

Tulisan ini sesuai dengan Video Ust Adi Hidayat dalam Benarkah ada Walisongo,
dan keterangan lebih lanjut silahkan buka buku Api Sejarah oleh Ahmad Mansur Suryanegara.

SEKIAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad