Mengenal Tafsir yang Banyak Memuat Kisah Israiliyyat

SQ BLOG - Setelah postingan admin menguraikan makan Al-Dakhīl dan makna Isrāiliyyāt sebelumnya, kali ini kita akan melihat hubungannya. Konklusi mengenai hubungan antara keduanya terletak pada pengertian relenvansional bahwa al-Dakhīl memiliki arti lebih luas dan umum dari pada Isrāiliyyāt. Karena al-Dakhīl memuat Isrāiliyyāt didalamnya, dan hal-hal lainnya seperti Ḥadīṡ-Ḥadīṡ yang ḍa’īf, dan Mauḍū’. Begitu juga memuat ta’wīl-ta’wīl yang tidak bertendensikan pada sanad yang ṣahīh, dan menyeleweng dari ayat-ayat Al-Qur’ān baik berupa penyelewengan maknanya yang hakiki, dan dengan menggunakan dalil-dalil yang tidak sesuai dengan kebenaran maknanya. Begitu juga syaṭāhāt para Sufi dalam penafsiran mereka merupakan bagian dari al-Dakhīl. Semua itu disebut dengan al-Dakhīl.[1]


Sehingga kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa Isrāiliyyāt merupakan bagian dari bagian-bagian yang dimiliki oleh al-Dakhīl. Dengan pengertian lain bahwa setiap Isrāiliyyāt adalah al-Dakhīl, namun setiap al-Dakhīl itu belum tentu Isrāiliyyāt. Hubungan antara keduanya, al-Dakhīl dan Isrāiliyyāt adalah hubungan mengenai hal yang umum mutlaq dengan yang khusus spesifik.

Sehubungan banyaknya ahli tafsir yang mengaitkan penafsirannya dengan israiliyyat, Yusuf Qardhawi mengungkapkan bahwa setidaknya terdapat dua sebab dalam hal ini.[2]
  • Sebab pertama; berdasarkan hadis Nabi:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ ، وَلاَ حَرَجَ ، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ. ﴿رواه البخاري﴾

Artinya: “Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat dan bicaralah apa saja tentang Bani Israil tanpa ad larangan, dan siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka bersiap-siaplah untuk mengambil tempatnya di neraka.”[3] (H.R. al-Bukhari)

Ibnu Katsir menyebut hadis ini di dalam mukaddimah tafsirnya sebagai dalil bolehnya berbicara tentang isrāiliyyāt mengenai masalah yang tidak didustakan dalam agama Islam. 
  • Sebab kedua, banyak berita mengenai isrāiliyyāt yang berkaitan dengan masalah-masalah yang tidak dibicarakan oleh Islam dan tidak ada nash shahih yang ada di tengah kaum Muslimin yang membenarkan atau menolak berita itu. Muhammad Abdurrahim menyebutkan yang beliau kutip dari Ibnu Taimiyah bahwa penuturan riwayat-riwayat isrāiliyyāt itu diperbolehkan hanya sekedar sebagai pelengkap (istisyhad), bukan untuk diyakini (I’tiqad).[4]
Namun, pada periode tabi’in seringkali terjadi penafsiran atau periwayatan yang tidak selektif dalam artian bahwa banyak periwayatan hadis tidak melalui jalur “kode etik metodologi penelitian ”ilmu-ilmu Hadis, dengan tanpa menuliskan sanadnya secara lengkap. Akibatnya, banyak muncul periwayatan dalam penafsiran al-Quran yang terkena infiltrasi (tasarrub) isrāiliyyāt. Tokoh penting yang banyak meriwayatkan isrāiliyyāt pada periode ini, di antaranya Ka’ab al Akhbar dan Wahb bin Munabbih.[5] Keberagaman kitab tafsir yang memuat israiliyyat berbeda kuantitas dan kualitasnya antara satu kitab dengan kitab lainnya. Ada yang memberikan komentar dan ada juga yang tidak memberikan komentar. Dalam hal ini, Al-Dzahabi telah mengklasifikasikan kitab tafsir yang memunculkan kisah-kisah isrāiliyyāt:[6]
  1. Tafsir yang meriwayatkan isrāiliyyāt lengkap dengan sanad dan beberapa kritikan terhadapnya. Tafsir yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah tafsir Al-Thabari (w.310 H) yang berjudul Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Quran.
  2. Tafsir yang meriwayatkan isrāiliyyāt lengkap dengan sanad tapi kemudian menjelaskan kebatilan yang ada dalam sanad tersebut. Termasuk dalam klasifikasi ini adalah tafsir Ibnu Katsir (w.774 H) yang bernama Tafsir al-Quran al-Azhim.
  3. Tafir yang meriwayatkan isrāiliyyāt dengan menyajikannya tanpa member komentar, atau tidak menjelaskan mana riwayat riwayat yang benar dan mana yang salah. Tafsir yang termasuk dalam jenis ini ialah tafsir Muqatil ibn Sulayman (w. 150 H).
  4. Tafsir yang meriwayatkan isrāiliyyāt tanpa sanad, dan kadang-kadang menunjukkan kelemahannya atau menyatakan dengan tegas ketidakshahihannya. Tetapi dalam meriwayatkan, terkadang tidak memberikan kritik sama sekali kendati riwayat tersebut bertentangan dengan syari’at Islam.
  5. Tafsir yang meriwayatkan isrāiliyyāt tanpa sanad dan bertujuan menjelaskan kepalsuan dan kebatilannya. Tafsir yang termasuk klasifikasi ini adalah tafsir al-Alusi (w. 1270 H) yang berjudul Ruh al-Ma’ani fi Tafsir al-Quran wa al-Sab’ al-Matsani.
  6. Kitab tafsir yang mengomentari dengan pedas para mufassir yang menyajikan israiliyyah dalam tafsirnya. Komentar-komentar tersebut berupa tuduhan yang tidak selayaknya pada pembawa kisah isrāiliyyāt ini, sebab di antara mereka terdiri dari sahabat-sahabat terpilih dan para tabi’in. Meskipun demikian, pengarang kitab ini juga terperangkap dalam situasi serupa dalam artian tanpa disadari dia menampilkan kisah isrāiliyyāt dalam tafsirnya. Termasuk dalam klasifikasi ini adalah tafsir susunan Rasyid Ridha (w. 1354 H) yang bernama Tafsir al-Manar.

SEKIAN

Baca Juga:

ENDNOTE:



[1] Mihjah Gālib Abdurrahman, Dirāsah Mauḍūiyyah wa Taṭbīqiyyah fī Ad-Dakhīl,h. 16.
[2] Yusuf Qardhawi, Berinteraksi dengan al-Quran terj. Abdul hayyie al-Kattani dari judul asli “Kaifa Nata’amalu ma’a al-Qur’an al-Azhim” (Jakarta: Gema Insani Pers, 1999), h. 496-497.
[3] Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari (Kairo: Darr al-Sya’ab, 1407 H/1987 M), Cet. I, Juz IV, h. 207.
[4] Muhammad Abdurrahim, Penafsiran al-Quran Perspektif Nabi Muhammad Saw terj. Rosihon Anwar dari Judul Asli “Al-Tafsir al-Nabawi: Khashaishuhu wa mashadiruhu” (Bandung: Pustaka Setia, 1999), Cet. I, h. 80
[5] Zainun Hasan Rifai, Kisah Isrāiliyyāt dalam Penafsiran al-Quran, dalam Ulum al-Quran; Studi Khasanah Ilmu al-Quran/editor Sukardi K.D (Jakarta: Lentera, 2002), Cet. I, h. 280.
[6] Zainun Hasan Rifai, Kisah Isrāiliyyāt dalam Penafsiran al-Quran, h. 281-282

Tafsir, Israiliyyat, al-dakhil, al-Quran dan tafsir

Label:

Posting Komentar

[facebook][blogger]

Author Name

Abdul Somad

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-JomNWnKTeaA/WgsRFWh_ALI/AAAAAAAAG7E/1Rzp6Wg6VUofCBa-ebIp5hwoVc3sUt2RgCLcBGAs/s640/Spoiler%2B2%2Bbahasa%2Buntuk%2Bblogger.jpg} Do not give up just because it failed at the first opportunity, Something precious you will not have it easily. Keep trying! {facebook#https://www.facebook.com/somadabdul8708} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.