Jumlah dan Peran Sahabat dalam Meriwayatkan Hadis

A. Jumlah Sahabat

Terdapat sekitar 40 ribu sahabat dilaporkan bersama nabi ketika beliau melaksanakan haji Wada di Mekkah. Akan tetapi, tidak semua dari mereka meriwayatkan Hadis. Beberapa di antaranya meriwayatkan sejumlah Hadis, sementara yang lainnya hanya terbatas. Bahkan sebagian besar mereka tidak meriwayatkan apapun dari nabi.[1] Dalam Muwattha Imam Malik, 98 sahabat dikutip sebagai periwayat Hadis. Dalam Musnad karya al-Thayalisi terdapat 281 sahabat, dalam Musnad Ahmad bin Hanbal terdapat 700 sahabat dan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim masing-masing 208 dan 213 sahabat, 149 di antaranya dikutip dalam dua kitab tersebut.[2]

Dalam Kutub al-Sittah, terdapat sekitar 986 sahabat dikutip sebagai periwayat Hadis. Enam di antaranya meriwayatkan Hadis dalam jumlah besar yang disebut al-mukatstsirun fi’ al-Hadis. Sembilan sahabat lainnya meriwayatkan dengan jumlah antara 50-100 Hadis. Enam puluh delapan sahabat dikatakan meriwayatkan 10-50 Hadis, Delapan ratus delapan puluh sahabat dikatakan meriwayatkan 1-10 Hadis. Patut dicatat bahwa sejumlah sahabat yang paling senior dan terhormat hanya meriwayatkan Hadis dalam jumlah yang relatif sedikit. Abu Bakar hanya meriwayatkan 65 Hadis, Umar bin Khattab meriwayatkan 312 Hadis, Utsman bin Affan meriwayatkan 72 Hadis, dan Ali bin Abi Thalib meriwayatkan 332 Hadis.[3]

B. Peranan Sahabat dalam Meriwayatkan Hadis

Para sahabat meriwayatkan Hadis dari nabi Muhammad Saw sangat banyak jumlahnya. Mereka membawa berbagai data keagamaan yang sangat bermanfaat bagi umat Islam sebagaimana laporan dari Muhammad ‘Ajaj al-Khatib, para ulama telah banyak melakukan penghitungan terhadap jumlah sahabat nabi Muhammad Saw. Imam Al-Bukhari di dalam Shahihnya meriwayatkan bahwa Ka’ab bin Malik berkenaan dengan kisah keterlambatannya dari perang Tabuk berkata, “Sahabat Rasulullah Saw sangat banyak, sehingga tidak mungkin bisa dimuat di dalam buku.” Keberadaan para sahabat sudah ada di berbagai negeri dan kawasan. Sehingga, ulama yang melakukan penghitungan secara keseluruhan berdasarkan perkiraan.[4]

Berdasarkan riwayat-riwayat di atas, sebagian ahli berpandangan bahwa jumlah sahabat yang meriwayatkan Hadis dari Nabi Muhammad Saw tidak kurang dari 114 ribu sahabat. Jumlah ini menjadi logis, jika digunakan istilah ‘sahabat’ dalam arti luas, yakni setiap orang yang melihat Nabi Muhammad Saw. Namun jika digunakan istilah ‘sahabat’ dalam arti sempit, barangkali jumlahnya tidak sebanyak itu. Misalnya, para ‘ulama Syi‘ah Imamiyah menggunakan makna sahabat dalam arti sempit, sehingga sahabat Nabi Muhammad Saw menurut mereka tidak terlalu banyak jumlahnya.

Pandangan lain mengutarakan bahwa kendati jumlah sahabat nabi Muhammad Saw berjumlah 114 ribu orang, namun tidak semua meriwayatkan hadis. Sebagian ahli menyatakan bahwa hanya 369 sahabat yang meriwayatkan hadis dari Nabi Muhammad Saw. Kendati demikian, semua sahabat itu tidak meriwayatkan hadis dalam jumlah yang sama. Sebagian sahabat meriwayatkan hadis dalam jumlah yang sangat banyak. Sementara sebagian sahabat lainnya hanya meriwayatkan hadis dalam jumlah yang sedikit. Ada tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis dari Nabi Muhammad Saw sebanyak lebih dari seribu hadis,[5] yaitu:
  1. Pertama, Abû Hurairah, sebanyak 5374 buah hadis. 
  2. Kedua, ‘Abd Allâh bin ‘Umar bin Khattab, sebanyak 2630 buah hadis. 
  3. Ketiga, Anas bin Malik, sebanyak 2286 buah hadis. 
  4. Keempat, ‘Aisyah binti Abû Bakar, sebanyak 2210 buah hadis. 
  5. Kelima, ‘Abd Allâh bin ‘Abbâs bin ‘Abd al-Muthâlib, sebanyak 1660 buah hadis. 
  6. Keenam, Jabîr bin ‘Abd Allâh, sebanyak 1540 buah hadis. 
  7. Ketujuh, Abû Sa’id al- Khudrî, sebanyak 1170 buah hadis.
Peranan mereka sangat signifikan sebagai transmitter ajaran-ajaran Islam pertama. Ini dikemukakan oleh Ali Mustafa Ya’qub bahwa para sahabatlah yang berperan sebagai penyampai atau transmitter hadis pertama. Dari merekalah sehingga umat Islam mengetahui dan memahami Hadis-hadis dari nabi Muhammad Saw. Dengan kata lain, tanpa para sahabat mustahil umat Islam belakangan dapat mengetahui ucapan-ucapan, perbuatan-perbuatan, dan taqrir yang bersumber dari baginda nabi Muhammad Saw.[6]

ENDNOTE

[1] Kamaruddin Amin, Metode Kritik Hadis (Bandung: Mizan, 2009), Cet. I, h. 51
[2] M.Z. Siddiqi, The Services of the Companionsof the Prophet of Islam to his Traditions dalam Islamic Culture (T.t: T.tp., 1961), h. 132.
[3] Kamaruddin Amin, Metode Kritik Hadis, h. 51.
[4] Muhammad ‘Ajaj al-Khatib, Ushul Hadis terj. Qodirun Nur dan Ahmad Musyafiq (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2007), Cet. IV, h. 391.
[5] Muhammad ‘Ajaj al-Khatib, Ushul Hadis, h. 332-343.

Jumlah Sahabat, Sahabat yang meriwayatkan hadis, jumlah hadis

Label:

Posting Komentar

[facebook][blogger]

Author Name

Abdul Somad

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-JomNWnKTeaA/WgsRFWh_ALI/AAAAAAAAG7E/1Rzp6Wg6VUofCBa-ebIp5hwoVc3sUt2RgCLcBGAs/s640/Spoiler%2B2%2Bbahasa%2Buntuk%2Bblogger.jpg} Do not give up just because it failed at the first opportunity, Something precious you will not have it easily. Keep trying! {facebook#https://www.facebook.com/somadabdul8708} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.