Arti Ta'wil Menurut Mufassir dan Perspektif al-Quran

Salam Sobat SQ BLOG, postingan kali ini adalah tindak lanjut dari postingan kami sebelumnya, APA ITU TAFSIR. Semoga dengan postingan kali ini mengenai ARTI TA'WIL dapat menambah pemahaman yang lebih baik dalam konteks ini, yaitu Tafsir. Langsung saja, berikut ulasan kali ini mengenai Arti Ta'wil Menurut Mufassir dan Perspektif al-Quran.

ARTI TA'WIL MENURUT BAHASA

Kata Ta’wil (تأويل) secara bahasa berasal dari kata al-Aul (الأول) yang berarti (الرجوع), kembali.[1] Atas dasar kata ini disebutkan, (ال اليه اولا ومالا), artinya kembali kepadanya. Dalam kamus Lisan al-Arab disebutkan, (أَوَّلَ الكَلامَ تَأْوِيلاً) artinya; (دَبَّرَ) memikirkan, (قَدَّرَ) memperkirakan, dan (فَسَّر) menafsirkan.[2] Ada juga yang mengatakan, kata Ta’wil (تأويل) berasal dari kata Iyalah (الإيالة) yang berarti (السياسة). Seolah-olah yang melakukan penta’wilan menyiasati atau mengatur ucapan dan menempatkannya pada tempatnya.[3]

ARTI TA'WIL DALAM AL-QURAN

Kata Ta’wil (تأويل) banyak digunakan dalam ayat al-Quran dengan penggunaan yang berbeda-beda. Diantara ayat-ayat tersebut ialah:

a. Ta’wil Bermakna “Tafsir”

فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ ﴿سورة آل عمران: ٧﴾

Artinya: “Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah.” (Q.S. Ali Imran [3]: 7)

b. Ta’wil Bermakna “Akibat”

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا ﴿سورة النساء: ٥٩﴾

Artinya: “Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S. Al-Nisa’ [4]: 59)

c. Ta’wil bermakna “Datangnya Apa yang Diberitakan”

بَلْ كَذَّبُوا بِمَا لَمْ يُحِيطُوا بِعِلْمِهِ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُ ﴿سورة يونس: ٣٩﴾

Artinya: “Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka penjelasannya.” (Q.S. Yunus [10]: 39)

d. Ta’wil bermakna “Maksud dari Impian”

يَا أَبَتِ هَذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا ﴿سورة يوسف: ۱٠٠﴾

Artinya: “Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan.” (Q.S. Yusuf [12]: 100)

e. Ta’wil bermakna “Tujuan suatu Perbuatan”

سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا ﴿سورة الكهف: ٧٨﴾

Artinya: “Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan.” (Q.S. Yusuf [18]: 78) 

Demikianlah beberapa makna ta’wil dalam al-Quran sebagimana disebutkan oleh Husein al-Zahabi dalam bukunya, Tafsir wa al-Mufassirun.


ARTI TA'WIL MENURUT ISTILAH

Adapun menurut istilah Ta’wil (تأويل) mempunyai beberapa makna, di antaranya:
  • Menurut Ulama Salaf/Mutaqaddimin, Ta’wil (تأويل) adalah sinonim tafsir. Oleh karenanya, bila dikatakan tafsir al-Quran atau ta’wil al-Quran, maka pengertiannya sama. Ibnu Jarir Al-Thabari mengatakan dalam tafsirnya, “satu pendapat tentang ta’wil firman ini” atau “ahli ta’wil berbeda pendapat tentang ayat ini”, yang dimaksud ialah ahli tafsir. Demikian pula ungkapan Mujahid, “Bahwasanya ulama mengetahui ta’wil al-Quran”, maksudnya ialah mengetahui tafsir maknanya.[4]
  • Menurut Ulama Mutaakhkhirin yang terdiri dari ulama ahli fiqih, ilmu kalam, hadis, dan tasawuf. Menurut mereka, ta’wil adalah memalingkan lafazh dari makna rajih (yang lebih kuat) ke makna marjuh (dianggap kuat) karena adanya dalil yang mendukungnya.[5] Misalnya, kata “يد” dalam ayat berikut:
يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ﴿سورة الفتح: ۱٠﴾

Artinya: “Tangan (kekuasaan) Allah di atas tangan (kekuasaan mereka).” (Q.S. Al-Fath [48]: 10)

Arti yang kuat (rajih) dari kata (يد) adalah tangan, sedangkan makna yang dianggap kuat (marjuh)-nya adalah kekuasaan. Para mufassir ketika memahami ayat ini pada umumnya menggunakan ta’wil, yakni mengalihkan makna rajih (tangan) kepada makna marjuh (kekuasaan) karena ada alasan bahwa kemustahilan Allah memiliki tangan dalam arti indrawi. Dengan demikian, makna ta’wil pada zaman ini mulai dibedakan dengan makna tafsir. Uraian perbedaannya akan diuraikan pada bahasan berikutnya secara tersendiri.

ENDNOTE

[1] Al-Alusi, Ruh al-Ma’ani (Beirut: Darr al-Fikr, 1994 H/1414 H), Juz I, hal. 13
[2] Ibnu Mandzur, Lisan al-Arab (Beirut: Darr al-Sadr, tt), Cet. I, Juz XI, hal. 32
[3] Husein al-Zahabi, Al-Tafsir wa al-Mafassirun terj. Nabbani Idris (Jakarta: Kalam Mulia, 2009), hal. 5
[4] Husein al-Zahabi, Al-Tafsir wa al-Mafassirun terj. Nabbani Idris (Jakarta: Kalam Mulia, 2009), hal. 7-8
[5] Husein al-Zahabi, Al-Tafsir wa al-Mafassirun, hal. 8

Definisi Ta'wil, Pengertian Ta'wil, Ta'wil

Label:

Posting Komentar

  1. izinikan saya bertanya..apakah nama tafsir wa al-mufassirun yang di terjemahkan oleh nabbani idris itu?

    BalasHapus
  2. Itu bukan nama Tafsir, tetapi nama kitab yang ditulis oleh Husein Al-Dzahabi. Isinya membahas perkembangan tafsir, metodologi, para mufassir dan karya tafsirnya..!

    BalasHapus

[facebook][blogger]

Author Name

Abdul Somad

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-JomNWnKTeaA/WgsRFWh_ALI/AAAAAAAAG7E/1Rzp6Wg6VUofCBa-ebIp5hwoVc3sUt2RgCLcBGAs/s640/Spoiler%2B2%2Bbahasa%2Buntuk%2Bblogger.jpg} Do not give up just because it failed at the first opportunity, Something precious you will not have it easily. Keep trying! {facebook#https://www.facebook.com/somadabdul8708} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.