Status Berwajah "Perangkap Setan"


Sobat SQ BLOG, sebelumya pagi buat semuanya. Ngomomg-ngomong, pernah tidak menjumpai atau mendapatkan atau bahkan membuat sendiri bentuk pertanyaan-pertanyaan yang sulit bahkan sangat sukar untuk dijawab?? Kalau seorang pelajar, boleh dikata tiap hari dong menjumpai soal-soal sulit, tapi bukan itu admin maksud. Tetapi yang satu ini, status-status di media sosial dalam bentuk pertanyaan. Biasanya sich di kemas dalam bentuk gambar, kemudian terdapat pilihan, IBU, TEMAN, PACAR atau apalah opsi (option: pilihan ) lainnya, kayak milih menu sarapan aja yang di dahului pertanyaan yang lumayan membingungkan.

Qmna sobat, uda kebayang belum, supaya urusan lancar, iyakan aja dulu,.. heheheee.. dan liat nhe beberapa contohnya;





Terkait "status" jenis ini, admin akan mengajak sobat melihat perspektif, -ehhh mirip perspektif' Metro TV aja,- mengenai hal-hal lain yang tak terduga, - bukan host dunia lain Trans yach,- yang akan memberikan informasi-informasi baru dan unik pada topik ini, -sebelumnya ini tidak pernah disiarkan tau nggak sich JakartaTV,- heheheeee...

Admin menyebut status jenis ini, sebabagai salah satu "perangkap setan". (Perangkap setan> salah satu tips dan trik setan agar kamu menyukainya! heheheeee...just kidding Sob) Mengapa bisa? karena bisa,..heheheee Bagaimana hubungannya?

Sobat semunya, jenis status ini dan saudara-saudaranya, bukan saja sulit dijawab, tetapi juga tidak pantas ditanyakan sehingga harus diabaikan. Mereka yang dangkal pengetahuannya akan melayani pertanyaan itu sehingga pada akhirnya ia menjerumuskan dirinya dalam kesulitan. Sesungguhnya yang demikian salah satu permainan setan dan ia menikmati betul permainannya sambil melihat kamu (siapa saja) kesulitan sampai kamu terjerumus dalam sebuah kesalahan.


Ini mengingatkan kita sobat, setan lihai betul memanfaatkan "keterbatasan pengetahuan" seseorang untuk menjerumuskannya. Selain KETERBATASAN PENGETAHUAN, KEINGINAN MENDALAM (sebagaimana keinginan Nabi Adam a.s hidup kekal di sorga dan setan berhasil menggodanya) dan NAFSU DUNIAWI (seperti para koruptor dan lainnya) merupakan diantara pintu-pintu atau perangkap setan bagi manusia. Jadi, waspadalah !

Kembali ke topik, jadi keterbatasan pengetahuan merupakan salah satu perangkap setan untuk menjerumuskan manusia sebagaimana penampakannya berupa "status bentuk pertanyaan-pertanyaan menyulitkan" seperti disebutkan di atas. Di sini, setan berusaha menabur keraguan melalui pertanyaan-pertanyaan yang tidak mudah dijawab oleh yang bersangkutan. Mari kita mengingat kembali pesan Nabi:

يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ مَنْ خَلَقَ كَذَا مَنْ خَلَقَ كَذَا حَتَّى يَقُولَ مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ. (رواه البخاري و مسلم)

"Setan akan datang kepada salah seorang di antara kamu, lalu dia bertanya: 'siapa yang menciptakan ini? siapa yang menciptakan itu?' Sampai akhirnya, ia bertanya: 'siapa yang menciptakan Tuhanmu?' Maka bila ia sampai kepada pertanyaan ini, hendaklah ia berhenti (melayani pertanyaan-pertanyaan semcam ini)." [H.R. Bukhari dan Muslim]

Jangankan orang kebanyakan, para sahabat Nabi pun tidak luput hatinya dari pertanyaan-pertanyaan demikian. Serombongan sahabat datang kepada Rasul Saw mengadu dan bertanya: "Kami mendapatkan sesuatu di dalam diri kami yang berat untuk kami ucapkan", ( نجد في أنفسنا الشىء نعظم أن نتكلم به أو الكلام به ما نحب أن لنا وأنا تكلمنا به). Nabi balik bertanya:

أو قد وجدتموه ؟ " قالوا نعم قال " ذاك صريح الإيمانن. (رواه أبو داود)

"Apakah kalian telah merasakannya? 'ya' jawab mereka. Nabi bersabda: itulah iman yang jelas". (H.R. Abu Daud)

Dari dua uraian hadis di atas dapat kita pahami untuk tidak perlu mengomentari atau menjawab jenis status semacam ini yang dapat dipahami dari ungkapan (فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ), bahkan sikap diam dari status macam ini menunjukkan kehebatan kamu (ehh maksudnya kadar keimananmu) yang Nabi ungkapakan dengan (ذاك صريح الإيمانن). Karenanya, sikap diammu dari status ini sama sekali tidak menunjukkan kebodohanmu untuk menjawabnya tetapi sebaliknya menunjukkan kepintaranmu. (Ya Allah, tunjukilah kami jalan lurus)

Dengan demikian, bagi yang mengasah nalar dan jiwanya, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan akan dipilah lalu dipilih mana pertanyaan yang benar sehingga boleh dijawab, dan mana pula yang sejak semula telah keliru sehingga tidak perlu dilayani karena pasti akan keliru pula jawabannya.

Tapi yang kayak ini, saya yakin nggak ada problem dan sobatlah yang lebih tahu,....


SEKIAN SOBAT, moga bermanfaat !

Posting Komentar

[facebook][blogger]

Author Name

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-_307Ah0ton8/VGkfo2ZBEsI/AAAAAAAACys/RDRvS3VgoD4/s1600/Rul%2BPengakuan%2BDiri.jpg} Putra Duri yang suka berpetualangan, dari Enrekang di SulSel ke SulTra Kolaka, kemudian malang melintang di Jawa hingga ke Jakarta sampai berlabuh di Depok bersama si Dia. Sosok pegiat Tafsir Ilmi ini, juga hobby Futsal, Khataman, Tennis Meja, Blogging, dan renang. {facebook#https://web.facebook.com/RulHas.SulTra} {twitter#https://twitter.com/RulHasBS} {google#https://plus.google.com/+HasrulBS} {youtube#https://www.youtube.com/user/Zulhas1} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/hasrul-bs-31102835/}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.