Refleksi Akhlak Suatu Bangsa

Salam Sahabat SQ-BLOG, Permasalahan krisis akhlak yang timbul saat ini ternyata sangat kompleks. Krisis tersebut telah merasuk ke berbagai komponen masyarakat mulai dari politisi, birokrat, pendidik, pemikir, pengusaha bahkan hingga rakya miskin. Jika krisis ini terus berlangsung, maka ia membawa implikasi terhadap stabilitas sosial, politik, ekonomi dan ruang kehidupan. Menurut Yusuf Qardhawy bahwa Krisis akhlak atau moral sama artinya dengan krisis akal manusia.

Menilik beberapa aspek kesejarahan umat-umat terdahulu melalui kisah-kisah mereka yang dihancurkan seyogyanya menjadi ibrah bagi umat saat ini. Sebab-sebab kehancuran mereka yang paling dominan adalah sisi mental dan moral yang melahirkan penyimpangan prilaku. Konsep kehancuran umat-umat tersebut dalam al-Quran disebut dengan sunnatullah, bukan dengan istilah takdir yang selama ini banyak disalah pahami. Dengan demikian, upaya membangun kembali sebuah masyarakat atau bangsa seharusnya bukan di arahkan kepada pembangunan fisik-material.

Berikut beberapa ilustrasi kehancuran umat-umat terdahulu yang mengalami kehancuran yang di awali dengan penyelewengan akhlak atau moral berdasarkan informasi al-Quran: (Ahmad Khusnul Hakim, 2011: 262-263)
  1. Kaum Nabi Nuh, pelecehan harkat dan martabat manusia kemudian di azab dengan banjir besar;
  2. Kaum Ad (Hud), keangkuhan intelektual kemudian di azab dengan gempa bumi disertai angina yang sangat kencang;
  3. Kaum Tsamud (Shaleh), budaya hedonistic kemudian dihancurkan dengan kilat, petir dan gledek yang sangat dahsyat;
  4. Kaum Sodom (Luth), penyimpangan seksual kemudian disiksa dengan bumi terbalik;
  5. Kaum Madyan (Syu’aib), melakukan kejahatan ekonomi kemudian di azab dengan gempa bumi disertai kilat;
  6. Fir’aun dan kaumnya, arogansi kekuasaan kemudian ditenggelamkan di laut merah;

Prilaku-prilaku buruk tersebut telah berjalan secara massif selama bertahun-tahun sehingga menjadi budaya masyarakat. Sekedar sebuah perbandingan, bangsa Indonesia yang dikawal Orde Baru akhirnya dihancurkan Allah, yakni kehilangan eksistensi. Hal ini bukan karena krisis yang berkepanjangan, akan tetapi yang benar adalah bahwa terjadinya krisis yang menjadikan bangsa Indonesia terpuruk dan Orde Baru akibat prilaku buruk yang berjalan cukup lama sehingga membudaya di tengah-tengah masyarakat. Meski sesungguhnya prilaku-prilaku buruk yang pernah terjadi pada umat-umat masa lalu juga ada di bangsa ini, namun yang menjadi sebab utamanya (prima causa) adalah KKN. Virus KKN telah menjangkiti bangsa Indonesia, baik ditingkat daerah sampai di pusat. Makanya, bangsa Indonesia secara umum sebenarnya layak di anggap sebagai bangsa yang kufur Ni’mat.

Pada tataran sosial inilah bangsa Indonesia saat ini memiliki kesamaan dengan karakter umat-umat terdahulu. Akibatnya, mendapat respon yang sama juga meski dengan bentuk yang berbeda sesuai kehendak Allah. Bertolak dari term ini, maka solusi utama yang dapat dilakukan ialah pendidikan akhlak dalam semua aspek masyarakat. Melalui pendidikan ini diharapkan dapat mewujudkan dan melahirkan pribadi yang bermental akhlak yang mulia. Pada tataran inilah, tananan sosial dapat membawa kesejahteraan bagi umat yang bersangkutan.

Oleh : Hasrul 
Mahasiswa IPTIQ Jakarta
Sabtu, 5 April 2014

Daftar Bacaan:
  • Ahmad Husnul Hakim, Mengintip Takdir Ilahi: Mengungkap makna sunnatullah dalam al-Quran, Depok: Lingkar Studi al-Quran, 2011
  •  Yusuf Qardhawy, Anatomi Masyarakat Islam, Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 1999
Label: , ,

Posting Komentar

[facebook][blogger]

Author Name

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-_307Ah0ton8/VGkfo2ZBEsI/AAAAAAAACys/RDRvS3VgoD4/s1600/Rul%2BPengakuan%2BDiri.jpg} Putra Duri yang suka berpetualangan, dari Enrekang di SulSel ke SulTra Kolaka, kemudian malang melintang di Jawa hingga ke Jakarta sampai berlabuh di Depok bersama si Dia. Sosok pegiat Tafsir Ilmi ini, juga hobby Futsal, Khataman, Tennis Meja, Blogging, dan renang. {facebook#https://web.facebook.com/RulHas.SulTra} {twitter#https://twitter.com/RulHasBS} {google#https://plus.google.com/+HasrulBS} {youtube#https://www.youtube.com/user/Zulhas1} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/hasrul-bs-31102835/}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.