Kajian Tematik Etika terhadap Pembantu

Firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (Q.S. An-Nisa’ : 1)

Manusia adalah makhluk yang hidup secara berdampingan dengan saudara-saudaranya. Hal ini tidak dapat dihindari sebagai kodrat manusia yang merupakan makhluk sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri serta tidak bias memenuhi kehidupannya sndiri. Ini dipertegas dalam kitab suci Al-Quran:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ﴿ سورة المائدة :٢﴾

Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

Ayat diatas memberikan informasi untuk menjalani hidup secara bersama-sama. Perihal kehidupan penuh tantangan dan rintangan yang perlu penyelesaian secara kerja sama atau dikenal dengan istilah tolong-menolong. Barkaitan dengan kehidupan sosial, prakatik ini salah satu diantaranya ialah Jasa Pembantu. Tema inilah yang akan kami uraikan dalam pembahasan ini.

Penggunaan istilah Pembantu dalam konteks ini disinonimkan dengan Mamluk (Hamba Sahaya/Budak), Jariyah (Pelayan), Khawala (Pelayan), Rakik (Budak), Gulam (Hamba/Budak) dan Khadam (Pembantu) serta istilah lain yang semakna. Mengenai istilah-istilah ini, pemahaman masing-masing maknanya tidaklah pasti. Hal ini menunjukkan bahwa pemakaian istilah diatas haruslah dipahami dari konteks pembicaraannya. Adapun dalam tinjaun bahasa Indonesia, Istilah pembantu dapat disinonimkan dengan kata Tenaga Kerja, Pelayan, Buruh, Satpam dan semacamnya.

Islam telah mengatur, memanusiakan dan memuliakan pembantu. Islam juga mengakui hak-hak mereka untuk pertama kalinya dalam sejarah, ketika sejarah umat lain justru dipenuhi dengan perlakukan yang tidak manusiawi. Islam telah mengangkat martabat mereka pada tingkat yang sejajar dengan manusia merdeka lainnya. sesuatu yang belum pernah ada dalam sejarah. Beberapa uraian utama sekilas tema kali ini ialah:

Silahkan dipilih sobat, free kok, semuanya gratis !
Label:

Posting Komentar

[facebook][blogger]

Author Name

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-_307Ah0ton8/VGkfo2ZBEsI/AAAAAAAACys/RDRvS3VgoD4/s1600/Rul%2BPengakuan%2BDiri.jpg} Putra Duri yang suka berpetualangan, dari Enrekang di SulSel ke SulTra Kolaka, kemudian malang melintang di Jawa hingga ke Jakarta sampai berlabuh di Depok bersama si Dia. Sosok pegiat Tafsir Ilmi ini, juga hobby Futsal, Khataman, Tennis Meja, Blogging, dan renang. {facebook#https://web.facebook.com/RulHas.SulTra} {twitter#https://twitter.com/RulHasBS} {google#https://plus.google.com/+HasrulBS} {youtube#https://www.youtube.com/user/Zulhas1} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/hasrul-bs-31102835/}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.