Hak Pendidikan Moral kepada Pembantu

Sabda Nabi Saw:


حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ سَمِعَ مُحَمَّدَ بْنَ فُضَيْلٍ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنِ الشَّعْبِىِّ عَنْ أَبِى بُرْدَةَ عَنْ أَبِى مُوسَى رضى الله عنه - قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « مَنْ كَانَتْ لَهُ جَارِيَةٌ فَعَالَهَا ، فَأَحْسَنَ إِلَيْهَا ثُمَّ أَعْتَقَهَا وَتَزَوَّجَهَا ، كَانَ لَهُ أَجْرَانِ » . (رواه البخاري)

Artinya: Telah menceritaka kepada kami Ishaq bin Ibrahim, dia mendengar Muhammad bin Fudhail dari Mutharraf dari Sya’bi dari Abu Burdah dari Abu Musa r.a. Berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang memiliki seorang Jariyah (pelayan/pembantu), lalu dia mendidiknya dan berbuat baik kepadanya, kemudian memerdekakannya dan menikahinya maka baginnya mendapatkan dua pahala”.[1]

Dalam Hadis diatas menunjukkan adanya tuntutan terhadap seorang majikan untuk memenuhi keperluann pembantunya atau yang semisal dengannya. Termaksuk memberikan pendidikan dan menafkahi keperluan pokok hidupnya. Dalam konteks hadis ini, mengarah pada pelayan perempuan karena kaitannya denagan وَتَزَوَّجَهَا. Sehingga, ketetapan pendidikan, pemenuhan kebutuhan bagi seorang majikan tetap berlaku bagi pelayan seorang laki-laki.

Majikan juga tidak boleh memaksa pembantunya untuk memikul beban kerja yang bisa merusak kesehatannya sehingga dia tidak bisa menunaikan kewajibannya. Nabi SAW pun berpesan kepada para majikan, “Beban yang kamu ringankan dari pembantumu kelak akan menjadi pahala bagimu dalam timbangan amal kebaikanmu.” (HR Ibn Hibban). Bahkan, Islam pun mengajarkan agar kita tetap hormat kepada pembantu, tidak ada sikap takabur (pada diri seseorang) yang makan bersama pembantunya. Nabi pun memberikan teladan nyata dalam hidup Baginda, “Rasulullah SAW tidak pernah sekalipun memukul dengan tangan Baginda apapun, baik istri maupun pembantu Baginda..” (HR Muslim), demikian penuturan Aisyah. Saat Baginda SAW melihat Abu Mas’ud al-Anshari memukul budaknya, Baginda SAW pun menegurnya:

إعْلَمْ أَبَا مَسْعُودٍ لَلَّهُ أَقْدَرُ عَلَيْكَ مِنْكَ عَلَيْهِ (رواه مسلم)

"Ketahuilah wahai Abu Mas’ud “Sesungguhnya Allah lebih Berkuasa atas dirimu daripada kamu sendiri atas Sahaya itu”.[2]

Rasul SAW pun mengharuskan majikan untuk membayar pembantunya dengan upah yang layak dan memadai. Juga tidak boleh zalim dan menangguh-nangguhkan pembayaran mereka dan juga peringatan terhadap tindakan zalim terhadap mereka. Demikianlah makna فَعَالَهَا ، فَأَحْسَنَ إِلَيْهَا dari hadis di atas. 

Mengenai keterangan selanjutnya, kemudian memerdekakannya dan menikahinya maka baginnya mendapatkan dua pahala. Pemahaman “dua pahala” dalam pembahasan ini menunjukkan perbuatan dalam rangka memenuhi dan mematuhi perintah Allah serta berbuat baik kepada Makhluknya. Hal ini juga berlaku bagi budak yang shalih dan menasihati Majikannya.

Begitulah akhlak mulia yang diajarkan oleh Islam terhadap pembantu. Tidak hanya itu, Islam pun menetapkan sanksi yang tegas kepada para majikan yang bersikap kasar kepada pembantunya, yaitu seketika dilarang untuk darinya, dan kepadanya dikenakan sanksi yang tegas sebagaimana akan diuraikan pada pembahasan selanjutnya.

Daftar Bacaan:
  • Al-Bukhari, Al-Imam Abu Abdullah Muhammad Bin Ismail, Shahih Bukhari, Semarang : CV. Asy-Syifa, 2003
  • An-Naisabury, Muslim Abu Husain Al-Qusairy, Syarah Hadis Muslim, Beirut : Dar Ihya At-Thuraz, 1997
ENDNOTE



[1] Imam Bukhari, Shahih Bukhari (Semarang : CV. Asy-Syifa, 2003), Bab Keutamaan orang yan mendidik dan mengajarkan Jariyahnya, Juz III, hal 560
[2]  Imam Muslim Abu Husain Al-Qusairy An-Naisabury, Syarah Hadis Muslim (Beirut : Dar Ihya At-Thuraz, 1997), Bab صُحْبَةِ الْمَمَالِيكِ وَكَفَّارَةِ مَنْ لَطَمَ عَبْدَهُ , Juz 8, Hal. 474
Label:

Posting Komentar

[facebook][blogger]

Author Name

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-_307Ah0ton8/VGkfo2ZBEsI/AAAAAAAACys/RDRvS3VgoD4/s1600/Rul%2BPengakuan%2BDiri.jpg} Putra Duri yang suka berpetualangan, dari Enrekang di SulSel ke SulTra Kolaka, kemudian malang melintang di Jawa hingga ke Jakarta sampai berlabuh di Depok bersama si Dia. Sosok pegiat Tafsir Ilmi ini, juga hobby Futsal, Khataman, Tennis Meja, Blogging, dan renang. {facebook#https://web.facebook.com/RulHas.SulTra} {twitter#https://twitter.com/RulHasBS} {google#https://plus.google.com/+HasrulBS} {youtube#https://www.youtube.com/user/Zulhas1} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/hasrul-bs-31102835/}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.