Sekilas Perbedaan Zakat, Sedekah dan Infaq

SOBAT SQ - BLOG ! Sore cerah ini pembahasan kita terkait apa sich perbedaan antara Zakat, Sedekah dan Infaq ??? Admin berinisiatif membagikan informasi ini karena kita seringkali menyalahgunakan pemakaian kata Zakat, Sedekah maupun Infaq. Bahkan Admin sendiri acap kali tidak membedakan makna ketiga istilah ini dan keseharian karena berprinsip "Yang penting ente paham & ane paham". Oky Sobat, uraian berikut sebenarnya masing dasar karena tulisan ini hanyalah pendahulaun dalam salah satu makalah kami mengenai "AL-LU’LU’ WA AL-MARJAN; Hadis Tentang Zakat". Uraian ini merujuk beberapa ayat al-Quran dalam melihat sisi makna ketiga makna tersebut. Simak berikut:

ZAKAT
Ibadah Zakat memuat unsur ta’abbudi dan ta’aqquli. Kedua sisi ini perlu dipahami dengan baik agar dapat diaplikasikan secara proporsional. Unsur ta’abbudi berkaitan erat dengan sebagai suatu perintah yang sakral, absolut dan cenderung kaku. Adapun unsur ta’aqquli berkaitan dengan ibadah muamalah yang cenderung fleksibel, situasional dan kondisional. 

Istilah zakat dalam al-Quran dan hadis serta dalam kehidupan sehari-hari seringkali diungkapkan dengan arti sedekah/shadaqah dan infaq. Ketiga istilah tersebut, zakat, sedekah dan infaq seringkali dalam penggunaannya saling bertukar tempat atau saling bergantian untuk makna dan maksud yang sama. Zakat (زكاة) merupakan kata dasar dari zakâ (زكا) yang berarti berkah, tumbuh, bersih dan baik. Menurut lisan Arab, arti dasar dari kata zakat ditinjau dari sudut bahasa ialah, suci, tumbuh, berkah dan terpuji. Pedapat lain yang bersumber dari Wahidi dan lain-lain menyebutkan bahwa kata dasar zakat berarti bertambah dan tumbuh.[1] Bentuk zakat terbagi dua, yaitu zakat fitah dan zakat harta. Di dalam al-Quran dan hadis sering kali kata zakat disebut dengan kata sedekah. [Lihat Q.S. al-Taubah ayat 58 & 60 dan H.R. Al-Bukhari No. 1447, H.R. Muslim No. 2310]. 

SEDEKAH
Adapun sedekah (صدقة) terambil dari kata (صدق – صدقا و تصدقا) yang berarti benar. Sehubungan hal ini, Qadhi Abu Bakar menyatakan bahwa demikianlah sehingga zakat disamakan dengan sedekah sebab benar dalam hubungan dan sejalannya perbuatan dan ucapan serta kenyakinan. Itulah sebabnya Allah menggabungkan kata memberi dan membenarkan serta kata kikir dan dusta dalam Surah al-Lail.[2] Perhatikan ayat berikut: 

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى . وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى . فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى . وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى . وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى . فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى .
﴿سورة الليل : ٥ - ١٠﴾ 

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup dan mendustakan pahala terbaik maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. (Q.S. al-Lail : 5-10)

Sedekah syar’iyyah dalam urusan harta memiliki tiga makna,
  • Pertama: sedekah wajib tetapi bukan zakat. Kata sedekah wajib ini sering juga disebut infaq atau nafaqah; 
  • Kedua: sedekah wajib dengan makna zakat. Bentuk ini telah disinggung dalam paragraf di atas mengenai bentuk pengungkapan kata (صدقة) yang berarti zakat; 
  • ketiga: sedekah dengan arti sedekah sunnah.[3]
INFAQ
Adapun infaq berasal dari kata nafaqa (نفَق) atau nafiqa – yanfiqu - nafqan (نفق – ينفق - نفقا) yang berarti habis laku terjual. Infaq menurut pengertian umum adalah mengeluarkan harta untuk memenuhi keperluan. Infaq dapat bermakna positif dan negatif. Mengeluarkan harta untuk membiayai kemaksiatan atau memerangi Islam termaksuk infaq. Oleh karena itu, ada infaq fi’ sabilillah dan infaq fi’ sabil al-Syaithan.[4]

Demikianlah uraian ringkas sekilas makna zakat, sedekah dan infaq. Mudah-mudahan dapat memberikan sedikit informasi baru terkait ketiga term tersebut !

endnote

[1] Yusuf Qardhawi, Hukum Zakat terj. Salman Harun (Bandung: Mizan, 1996), cet. IV, hal. 34
[2] Yusuf Qardhawi, Hukum Zakat, hal. 39
[3] Wawan Shofwan. S, Risalah Zakat, Infaq dan Sedekah (Bandung: Tafakur, 2011), cet. I, hal. 22-24

[4] Wawan Shofwan. S, Risalah Zakat, Infaq dan Sedekah, hal. 18-19

Salam SQ - BLOG

Label: ,

Posting Komentar

[facebook][blogger]

Author Name

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-_307Ah0ton8/VGkfo2ZBEsI/AAAAAAAACys/RDRvS3VgoD4/s1600/Rul%2BPengakuan%2BDiri.jpg} Putra Duri yang suka berpetualangan, dari Enrekang di SulSel ke SulTra Kolaka, kemudian malang melintang di Jawa hingga ke Jakarta sampai berlabuh di Depok bersama si Dia. Sosok pegiat Tafsir Ilmi ini, juga hobby Futsal, Khataman, Tennis Meja, Blogging, dan renang. {facebook#https://web.facebook.com/RulHas.SulTra} {twitter#https://twitter.com/RulHasBS} {google#https://plus.google.com/+HasrulBS} {youtube#https://www.youtube.com/user/Zulhas1} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/hasrul-bs-31102835/}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.