Kajian Hadis Seputar Masa Kontemporer

Sore Sobat SQ - BLOG, moga sehat selalu seperti biasanya !!! Kesempatan kali ini kita sedikit saling berbagi terkait perbincangan hadis pada masa kontemporer. Tulisan ini berbentuk tanya jawab karena merupakan lembaran UAS admin dalam mata kuliah "Ulumul Hadis Kontemporer" yang telah dinilai dengan hasil yang memuaskan,... Menurut ana aja kali.... Heheheee !!! Tapi saya yakin, sobat semuanya pasti lebih hebat. Karenanya, penting sekiranya untuk kami posting. Jawaban kajian kita kali ini sepenuhnya pendapat Admin, jadi kami sangat mengharapkan saran dan kritiknya dari sobat sekalian. Oky, Selamat menyimak sobat !

1. Uraikan sekilas kajian hadis dalam pandangan orientaslis?

Jawab:

>> Motivasi orientaslis mengkaji hadis
  • Misi agama, dalam hal ini kalngan orientalis berusaha membatasi ruang lingkup hadis yang memiliki peranan besar dalam Islam;
  • Misi akademik, konteks ini memberikan motivasi bagi kalangan orientalis untuk melakukan berbagai analisis karena adanya faktor eksternal, seperti membandingkan dengan al-Quran, ruang lingkup hadis yang sangat luas dan rumit, serta faktor-faktor lain yang mengarah dalam melemahkan kedudukan sunnah;
  • Keberadaan sunnah sebagai sumber hukum dalam Islam, alasan ini muncul karena keterkaitan umat Islam tidak hanya kepada al-Quran tetapi juga kepada hadis. Pada misi ini, orientalis memberikan pengaruh kepada umat Islam dengan beranggapan bahwa sunnah yang ada saat ini tidak lain adalah konstruksi para ulama belakangan,
>> Kesimpulan Ignaz G. dan Josep S. tentnag hadis
  • Ignaz Goldziher merupakan orientalis Yahudi kelahiran Hongaria. Beliau menempati papan atas dari nama-nama orientalis yang mengkaji hadis setelah menerbitkan hasil penelitiannya yang berjudul: Muhammadenism Studients". Kesimpulan beliau tentang hadis ialah masih sampai pada tingkat meragukan. Penelitiannya masih sekedar menyimpulakan sebuah keraguan mengenai keabsahan dan keotentikan hadis-hadis yang ada dalam berbagai kitab hadis.
  • Josep Schact, orientalis ini tidak lain mengikuti jalan pendahulunya, khususnya Ignaz G. Namun, nama beliau sangat terkenal karena menyimpulkan keotentikan dan keabsahan sunnah sama sekali tidak dapat diterima. Ia menolak semua hadis termasuk dalam dua kitab shahih (Shahih Imam al-Bukhari dan Shahih Imam Muslim). 
>> Teori Projecting Back Josep Schact

Teori inilah yang mengantarkan Josep S. berkesimpulan untukmenolak semua hadis. Teori ini berisi argumen bahwa hadis-hadis yang ada saat ini merupakan konstruksi belakangan pada akhir abad pertama hijriah, yaitu pada masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz. Untuk mendukung teori ini, beliau melakukan pemutar balikan sejarah. Contoh, Lafazh ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz memerintahkan untuk menulis hadis kepada Syihab al-Zuhri, kemudian ia menjawab: "Aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang merupakan perkara bid'ah". Teks ini kemudian diubah oleh Josep Schact dengan "Aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak ada". Ungkapan Syihab al-Zuhri inilah yang dikonstruksi ulang oleh josep Schact demi menguatkan argumennya.

>> Beberpa Bukti bahwa Teori Josep S. adalah Bathil 
  • Melakukan kebohongan dalam melegitimasi pendapatnya dengan merekonstruksi balikan sejarah;
  • Mengenai penulisan hadis, hakikatnya telah ada pada zaman Rasulullah dengan bukti adanya Zahifah-zahifah para sahabat. Tidak demikian yang dianggap oleh Josep bahwa penulisan hadis mulai pada akhir abad ke-1 H;
  • Literatur-literatur sejarah membuktikan bahwa ilmuwan Islam sangat ketat dalam menerima hadis, belum lagi didukung dengan hafalan para generasi awal yang sangat kuat, serta terlihat juga ketekunan dalam generasi-generasi setelahnya untuk memelihara keotentikan dan keabsahan hadis. Hal ini nampak dengan munculnya kitan Jarh dan Ta'dil yang tidak lain membicarakan kategori para penyampai dan penerima hadis. 

2. Jelaskan sejarah, tipologi, karakter dan bantahan terhadap Ingkar Sunnah?

Jawab:

>> Ingkar sunnah baik klasik maupun modern pada hakikatnya tidak ada perbedaan yang signifikan. Ingkar Sunnah klasik muncul karena menganggap al-Quran sudah lengkap dan telah menjelaskan segala sesuatunya bagi mereka. Adapun ingkar sunnah modern muncul karena analisa jarak antara Nabi dan penulisan hadis sangat jauh. 

>> Tipologi Ingkar Sunnah
  • Ingkar sunnah klasik pada umumnya  hanya bertumpu pada al-Quran, tidak dengan hadis;
  • Ingkar Sunnah modern dalam mendasarkan hukumnya hanya menerima hadis-hadis mutawatir, bukan dengan hadis ahad. Menurut Musthafa Ya'qub, ini sangat fatal karena betapa banyak ajaran Islam yang akan gugur jika menolak keabsahan hadis ahad
>> Kategori Ingkar Sunnah
  • Menolak hadis secara parsial, mislanya hanya menerima hadis mutawatir dan menolak hadis ahad;
  • Menolak hadis secara keseluruhan seperti kaum atesime dan komunisme
>> Bantahan terhadap Ingkar Sunnah

Kebatilan Ingkar sunnah dapat dihadapi dengan memberikan gambaran sejarah yang utuh. Hal ini disebabkan, pemahaman mereka dalam merespon sejarah hanya sebagiannya saja, tidak secara menyeluruh. Misalnya Sirah Nabi, sejarah Arab, dan penulisan hadis. Pada konteks lain, dapat dijawab dengan merujuk pada ayar-ayat al-Quran. Banyak ayat al-Quran yang menyinggung untuk menjadikan sunnah sebagai sumber hukum yang juga harus di taati. Alasan ini tiada lain kerena Sunnah juga sebagai bayan terhadap al-Quran dan merupakan wahyu Allah yang disampaikan oleh Nabi  yang diterimah melalui Nubuwah dengan perantaraan tidak melalui Jibril. Firman Allah SWT:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى . إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (سورة النجم ٣-٤)

Artinya: Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).


3. Jelaskan kategori penerimaan hadis dalam pandangan Ahli Hadis, Fiqih dan Sufi? Latar belakang perbedaan tersebut serta apakah perbedaan tersebut dapat dipertemukan?

Jawab:

>> Persamaan metodologi Ahli Hadis, Fiqih dan Sufi dalam menerima hadis:
  • Sanadnya tersambung;
  • Rawinya adil; dan
  • Rawinya dhabit.

>> Perbedaan metodologi Ahli Hadis, Fiqih dan Sufi dalam menerima hadis:
  • Ahli Hadis
  1. Sanad tersambung
  2. Rawinya adil
  3. Rawinya dhabit
  4. Tidak ada Syadz
  5. tidak ada illat
  6. Hadis baik qauli, fi'li, taqrir dan harapan nabi yang belum tercapai
  • Ahli Fiqih
  1. Sanad tersambung
  2. Rawinya adil
  3. Rawi dhabit
  4. Amalan ahlul Madinah
  5. Tidak ada syadz
  6. tidak ada illat
  7. Memuat hukum
  8. Hanya hadis qauli dan fi'li
  • Ahli Sufi
  1. Sanad tersambung
  2. Rawinya adil
  3. Rawi dhabit
  4. Hanya mengambil hadis qauli dan harapan Rasulullah
>> Perbedaan pandangan mereka dari masing-masing kelompok karena adanya perbedangan pandangan dan kebutuhan akan hadis yang dilatarbelakangi perbedaan bidang. Secara umum, alasan inilah yang secara signifikas memberikan ruang pebedaan. Walaupun pada sisi lain, dilatabelakangi kualitas keilmuan yang berbeda-beda serta hal-hal lain yang menjadi faktor penentu dalam memahami hadis.

>> Menurut saya (Admin), perbedaan pandangan ini dapat dipertemukan dan diselesaikan dengan alasan:
  • Adanya persamaan cara pandang yaitu potret kehidupan Rasulullah,
  • Perbedaan tersebut terjadi karena ruang dan tempat yang berbeda, ini merupakan suatu keniscayaan dan kewajaran,
  • Memahami hakikat perbedaan yang sesungguhnya karena perbedaan adalah salah satu rahmat Allah yang dapat memberikan kemudahan bagi hamba-hambanya.
SEKIAN SOBAT
Materi UAS "Ulumul Hadis Kontemporer"
Semester III
Tahun Akademik 2011/2012
Institut PTIQ Jakarta

Dosen Pembimbing : Muh. Syarif Hidayatullah, MA
Label:

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.