Hadis Qudsi - Nisbat Kepada Allah - SQ BLOG

Kajian

Post Top Ad

Sabtu, 14 Desember 2013

Hadis Qudsi - Nisbat Kepada Allah

Salam sobat semuanya, moga sehat selalu, Amin !!! Pagi cerah ini, SQ BLOG berbagi lagi satu kajian hadis mengenai hadis Qudsi. Dalam kajian Mustahlahul hadis, kajian ini dikelompokkan dalam bahasan tinjauan hadis berdasarkan nisbat. Tema-tema terkait bahasan ini selain hadis Qudsi ialah hadis marfu' (nisbat kepada Allah), hadis mauquf (nisbat kepada Sahabat) dan hadis maqthu (nisbat kepada Tabi'in). Hadis Qudsi memang tidak dinisbatkan langsung kepada Rasulullah, melainkan kepada Allah !!! Nah, agar tidak penasaran simak aja uraiannya dibawah sobat,...

A. DEFINISI HADIS QUDSI

Menurut bahasa kata al-Qudsi adalah nisbah dari kata Al-quds ( اْلـقُـدْسُ ) yang artinya suci. Hadis ini dinamakan suci (al-Qudsi) karena disandarkan kepada Zat yang Maha suci. Persefektif lain, dinisbahkan kepada Ilah (Tuhan) maka disebut Hadis Ilahi atau dinisbahkan kepada Rabb (Tuhan) maka disebut pula Hadis Rabbani.[1] Sedangkan Hadits Qudsi menurut istilah adalah:

مَا نُقِلَ إِلَيْنَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ إِسْنَادِهِ إِيَّاهُ إِلَى رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ 

“Sesuatu yang dipindahkan dari Nabi SAW serta penyandarannya kepada Allah SWT” .[2] Atau:

كُلُّ حَدِيْثٍ يضيف فِيْهِ الرَّسُوْلُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَوْلًا اِلَى اللهِ عَزَّوَجَلَّ 

"Setiap hadis yang disandarkan Rasulullah SAW perkataannya kepada Allah Azza wa Jalla” [3]

B. BENTUK-BENTUK PERIWAYATAN HADIS QUDSI

Rasulullah kadang-kadang menyampaikan suatu berita atau nasihat yang beliau ceritakan dari Allah SWT, tetapi bukan wahyu yang diturunkan seperti Al-quran dan bukan perkataan yang tegas (sharih) yang nyata-nyata disandarkan kepada Beliau yang kemudian disebut dengan hadis Nabawi. Berita itu memang beliau sandarkan kepada Allah tetapi bukan Al-Quran karena redaksinya berbeda dengan redaksi Al-Quran. Itu adalah Hadis Qudsi yang maknanya diterima dari Allah melalui Ilham atau mimpi sedang redaksinya dari nabi sendiri. Dalam periwayatan Hadis Qudsi ada dua bentuk , yaitu :[4]

Pertama:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْمَا يَرْوِى عَنْ رَبِّهِ تَعَالَى : ... 

“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda Seperti yang diriwayatkannya dari Allah ‘azza wa jalla” : ...

Kedua:

قـَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْمَا رَوَاهُ عَـنْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ... 

“Allah berfirman pada apa yang diriwayatkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam” : ...

Hadits Qudsi sama dengan Hadits-hadits lain tentang keadaan sanad dan rawi-rawinya, yaitu ada yang shahih, hasan dan juga dha’if. Perbedaan umum antara Al-Quranul Karim, Hadits Qudsi dan Hadits Nabi diantaranya:
  1. Al Qur`anul Karim mempunyai lafal dan makna dari Allah SWT dan diturunkan secara berkala melalui malaikat Jibril,
  2. Sedangkan Hadits Nabi memiliki lafal dan makna yang bersumber dari Nabi SAW yang berdasarkan wahyu Allah dan ijtihad yang sesuai dengan wahyu, dinisbatkan kepada Rasulullah SAW, dan
  3. Serta Hadits Qudsi, lafal Hadits berasal dari Nabi Muhammad tetapi maknanya dari Allah SWT, tidak berkala, dinitsbatkan kepada Allah SWT.
Perbedaan dalam bentuk penyampaiannya adalah : 
  1. Al-Quran selalu memakai kata "قال الله تعالى"
  2. Hadits Qudsi dengan "قال رسول الله فيما يرويه عن ربه"
  3. Hadits Nabawi memakai kalimat " قال رسول الله \ قال النبي"

C. CONTOH HADIS QUDSI

1. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya:

حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِنِّي حَرَّمْتُ عَلَى نَفْسِي الظُّلْمَ وَعَلَى عِبَادِي فَلَا تَظَالَمُوا وَسَاقَ الْحَدِيثَ بِنَحْوِهِ وَحَدِيثُ أَبِي إِدْرِيسَ الَّذِي ذَكَرْنَاهُ أَتَمُّ مِنْ هَذَا (رواه مسلم)[5]

2. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu :

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ سَمِعْتُ أَبَا صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً (رواه البخارى)[6]

Jumlah hadis Qudsi menurut Syihab Al-Din Ibn Hajar Al-Haytami dalam Kitab Syarah Arba’in Al-Nawawiyah berjumlah lebih dari seratus.[7] Diantara kitab Hadis Qudsi adalah Al-Ittihafat As-Saniyah bi Al-Ahaditsi Al-Qudsiyah, karya Abdur Rauf Al-Munawi. Di dalamnya terkumpul 272 buah hadits.[8]



ENDNOTE


[1] Dr. Abdul Majid Khon, Ulumul Hadis, Hal. 217, Bab macam-macam hadis dari berbagai tinjauan
[2] Ibid. Hal. 218
[3] Munzier Suparta, Ilmu hadis, Hal. 16, Bab Hadis Qudsi
[4] Dr. Abdul Majid Khon, Ulumul Hadis, Hal. 219-220, Bab macam-macam hadis dari berbagai tinjauan
[5]  Ibnu Mukti, Hadis Qudsi, Hal. 11
[6]  Kamil Uwaidah, Hadis Qudsi, Hal 49, Bab Berbaik sangka kepada Allah
[7]  Munzier Suparta, Hal 17, Bab pengertian Hadis Qudsi
[8] Dr. Abdul Majid Khon, Ulumul Hadis, Hal. 222, Bab macam-macam hadis dari berbagai tinjauan


SEKIAN - SALAM SQ BLOG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad