Hadis Mauquf - Nisbat kepada Sahabat


Sobat SQ BLOG, posting sebelumnya terkait hadis qudsi dan hadis marfu', kesempatan ini masih dalam bahasan yang sama akan membagikan mengenai hadis mauquf, yaitu hadis yang dinisbatkan kepada sahabat. Selebihnya, berikut uraiannya !!!

A. DEFINISI HADIS MAUQUF


Secara etimologi Al-Mauquf ( الموقوف ) berasal dari kata waqafa ( وقف ) yang berarti berhenti. Seakan-akan perawi menghentikan sebuah hadits pada shahabat. Beberapa ulama hadis memberikan terminologi hadis Mauquf sebagai berikut : 

هُـوَمَا أُضِيْفَ اِلىَ الصَّحَا بِي قَوْلاً كَانَ أَوْ فِعْلاً أَوْ تَـقْـرِيْرًا , مُتَّـصِلاً كَانَ أَوْ مُـنْـقَـطِعًا

“Yaitu segala sesuatu yang diriwayatkan dari sahabat dalam bentuk perkataan, perbuatan, atau taqrir beliau, baik sanadnya muttashil atau munqathi[1] Atau: 

مَا أُضِيْفَ اِلَى الصَّحَا بِي مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ تَقْرِ يْـــرٍ

“Sesuatu yang disandarkan kepada sahabat berupa perkataan, perbuatan, atupun taqrir beliau[2]

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu yang diriwayatkan atau dihubungkan kepada seorang sahabat atau sejumlah sahabat baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, disebut hadis mauquf, dan sanad hadis mauquf tersebut boleh jadi muttashil atau munqathi. Hadits mauquf dapat disifati hadits shahih atau hasan tetapi tidak ada kewajiban untuk menjalankannya, tetapi boleh dijadikan sebagai penguat dalam beramal karena sahabat dalam hal ini hanya berkata atau berbuat yang dibenarkan oleh Rasulullah SAW.


B. CONTOH HADIS MAUQUF

1. Mauquf Qauli (perkataan)


عن عبد الله بن مسعود قال : لا يقلدن احدكم دينه رجلا فان امن امن وان كفر كفر ( رواه ابو نعيم )

Dari Abdullah (Bin Mas`Ud), ia berkata : “jangan lah hendaknya salah seorang dari kamu taqlid agamanya dari seseorang, karena jika seseorang itu beriman, maka ikut beriman, dan jika seseorang itu kufur, ia pun ikut kufur”. (HR. Abu Na`im) 

Abdullah Bin Mas`ud adalah seorang sahabat Nabi, maka ucapan diatas disandarkan kepada Abdullah Bin Masu`ud. 

2. Mauquf Fi’li (perbuatan)

Apa yang dikatakan oleh Imam Bukhari r.a. :[3]

وَأَمَّ ابْنُ عَبَّاسٍ وَهُوَ مُتَيَمِّمٌ

"Dan Ibnu Abbas menjadi Imam Shalat padahal ia bertayammum"

3. Mauquf Taqriry 

عن الزهري ان عاتكة بنت زيد بن عمرو بن نفيل كانت تحت عمر ابن الخطاب وكانت تشهد الصلاة فى المسجد فكان عمر يقول لها : و الله انك لتعلمين ما احب هاذا. فقالت : و الله لا انتهي حتى تنهان. فقال عمر : فاني لا انهاك. (المحلى)

"Dari Zuhri, bahwa Atikah Binti Zaid Bin Amr Bin Nufail jadi hamba Umar Bin Al khattab adalah Atikah pernah turut shalat dalam mesjid. Maka umar berkata kepadanya: demi Allah engkau sudah tahu, bahwa aku tidak suk perbuatan ini. Atikah berkata: demi Allah aku tidak mau berhenti sebelum engkau melarang aku. Akhirnya Umar berkata: aku tidak mau melarang di kau”. (Al Muhalla) 

Umar adalah sahabat Nabi SAW. Dalam riwayat tersebut ditunjukan bahwa ia membenarkan perbutan Atikah yaitu shalat di mesjid.

C. KEHUJJAHAN HADIS MAUQUF

Diantara hadis mauquf terdapat hadis yang lafadz dan bentuknya mauquf, namun setelah dicermati hakikatnya bermakna marfu' yaitu berhubungan dengan Rasul SAW. Hadis yang demikian dinamai oleh para ulama hadis dengan al-Mauquf lafdzhan al-Marfu' ma'nan,yaitu secara lafaz berstatus mauquf, namun secar makna bersifat marfu'. Jadi, Hadis Mauquf dan hadis Marfu’ memerlukan penyelidikan.[4] Apabila suatu hadis mauquf berstatus hukum marfu sebagaimana yang dijelaskan diatas dan berkualitas shahih atau hasan, maka status hukumnya pun sama dengan hadis marfu. Akan tetapi jika tidak berstatus marfu, maka para ulama hadis berbeda pendapat tentang kehujahannya. 

Menurut ulama Syafi’iyah dalam al-jadid, jika perkataan sahabat itu tidak populer di masyarakat maka perkataan itu bukanlah ijma dan tidak pula dijadikan hujjah. Apapun tingkatan atau martabatnya tidaklah diterima sebagai hujjah atau dalil bagi ajaran Islam, sebab yang dapat diterima sebagai hujjah itu hanyalah Al-Qur’an dan Hadits Nabi saw. Sehingga Pada prinsipnya hadits mauquf itu tidak dapat dibuat hujjah, kecuali ada qarinah yang menunjukkan atau yang menjadikannya marfu.



ENDNOTE

[1] DR. Ahmad Umar Hasyim,  قـواعـدأصول الحـد يـس , Hal. 114, Bab  تقسم الحديس باعتبارمن أضيف إضيف إلـيه
22] Dr. M. Tohan, Mustalahatul Hadis, Hal. 107, Bab Taksimul Khabar binnisbati ila man isnida ilaihi
[3] Abul Haris Muhammad, Kaedah Dasar Ilmu Hadis, Hal 81, Bab Mauquf
[4] Drs. M. Anwar, Ilmu Musthalah Hadis, Hal. 127, Bab hadis Marfu’_Mauquf_Maqthu


SEKIAN - SALAM SQ BLOG
Label:

Posting Komentar

[facebook][blogger]

Author Name

Abdul Somad

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-JomNWnKTeaA/WgsRFWh_ALI/AAAAAAAAG7E/1Rzp6Wg6VUofCBa-ebIp5hwoVc3sUt2RgCLcBGAs/s640/Spoiler%2B2%2Bbahasa%2Buntuk%2Bblogger.jpg} Do not give up just because it failed at the first opportunity, Something precious you will not have it easily. Keep trying! {facebook#https://www.facebook.com/somadabdul8708} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.