Warna Kehidupan Kampus Mahasiswa Indonesia

Salah satu tahap hidup manusia yang penuh dengan perubahan ada pada kehidupan kampus. Selain jadwal yang selalu berubah setiap semesternya, warna lain terus menghampiri perjalanan setiap mahasiswa seiring dengan lamanya mereka berada di kampus.


Inilah beberapa pola evolusi yang paling umum diikuti oleh para mahasiswa di Indonesia:
(Sumber : munsypedia)

Evolusi Tingkat 1 

Pas tingkat 1, biasanya mahasiswa masih adaptasi sama lingkungan dan orang-orang baru, biasanya pakaiannya lumayan rapih, biar pencitraannya bagus gitu, apalagi di hadapan lawan jenis. Dan karena ketemu temen-temen baru, masih suka jaim, belom ketauan belang-belangnya. Tingkat 1 adalah waktu untuk membangun pencitraan.
Kalo soal kuliah, biasanya masih semangat-semangatnya. Semua buku dibawa, dari buku wajib (yang asli impor, harganya 500 ribu), buku suplemen dari perpus, catetan, dan laptop. Kalo ada asistensi/tutor/lab jam 7 malem pun pasti dijabanin. 

Tugas? Pastinya dikerjain banget!


Evolusi Tingkat 2 

Di tingkat 2 ini biasanya lagi betah-betahnya di kampus, tapi bukan buat kuliah. Setelah mengerti trik-trik ampuh titip absen dan cabut kuliah, anak-anak tingkat 2 ini mulai menyadari kalo kuliah cuma masuk kelas doang itu nggak asik. Mereka mulai aktif di organisasi, ikut kepanitiaan acara ini itu, gabung di perkumpulan mahasiswa, masuk klub olahraga kampus, ikut seminar, dll. Banyak juga mulai membuka orderan kecil-kecil buat tambahan omset, apalah itu prihat, bisnis jersey, pulsa cell dan kawan-kawannya.

Biasanya mereka dateng pagi ke kampus. Terus setor muka sama absen di kelas sebentar, abis itu mulai sibuk rapat, team building, seminar ini itu. Penampilan juga udah nggak serapih tingkat 1. Udah mulai akrab sama temen-temen baru, gebetan juga udah dapet, jadi mulai cuek. Biasanya ke kampus pake kaos yang ada logo universitasnya gitu.


Evolusi Tingkat 3

Di tingkat 3, biasanya udah jarang keliatan di kampus. Bukan karena bolos, tapi jadwal kuliah biasanya udah nggak sepadet 2 tahun pertama. Kalo dulu bisa tiap hari masuk, sekarang bisa cuma 3-4 hari ada kelas. Akibatnya, pas tingkat 3 ini jadi lebih sering jalan-jalan ama seneng-seneng ketimbang kuliah. Karena itu, biasanya pakaiannya lebih cocok buat ke mall daripada ke kampus. Karena jadwal yang lowong ini, masuk kelas biasanya cuma selewat aja. Anak tingkat 3 dateng pagi/siang pas ada kelas, abis selesai kelasnya langsung cabut ke tempat lain. Kepanitiaan dan organisasi juga udah nggak se-intense tingkat 2. Karena udah senior, jabatan yang dipegang juga lebih tinggi. Jadi kerjaannya udah nggak ribet waktu masih jadi staf biasa.


Evolusi Tingkat 4

Tingkat 4 identik dengan skripsi atau tugas akhir. Dan segala aspek kehidupan mahasiswa di tingkat 4 ini, semuanya dipusatkan ke skripsi tersebut. Walaupun kelas tinggal 1 atau bahkan enggak ada, mereka tiap hari nongol di kampus, entah ngetik di perpustakaan ditemani dengan 2 buku yang dibuka plus beberapa fotokopian jurnal atau ngejar-ngejar dosen pembimbing. Gizi mahasiswa tingkat 4 ini biasanya juga buruk, karena stress mikirin skripsi. Bagi teman2 PTIQ-IIQ, lagi sibuk-sibuknya mikirin marhalah kalee (ujian tahfidz) sampai lembur penuh.  Muka-mukanya biasanya beler gara-gara kurang tidur ato bete gara-gara skripsinya abis diacak-acak sama dosen pembimbing. Mahasiswa tingkat 4 juga biasanya nggak punya kehidupan sosial yang aktif.


Evolusi Tingkat 5 (dan seterusnya)

Kenyataan tidak selalu sesuai dengan harapan kita. Di dunia kuliah pun sama. Setelah 4 tahun berjuang keras supaya bisa lulus cepet, ternyata ada aja hal yang bisa menghalangi. Dari ada kelas yang nyangkut, atau dosen pembimbing sensi sama kita, jadinya nggak dilulus-lulusin. Dengan terpaksa, ada beberapa mahasiswa yang harus berevolusi ke mahasiswa semester 9 (dan seterusnya). 

Khususnya teman-teman PTIQ-IIQ, detik-detik akhir ini justru banyak nyangkut dalam test hafalan al-Qurannya. Wajar, dua kampus ini adalah kampus yang konsisten dalam mimbina mahasiswa/i-nya dalam menghafalkan al-Quran. Semangat truzz teman-teman sampai tetes darah terkahir,... heheeee. Ana masih ingat ungkapan Dekan Ushuluddin beberapa pertemuan kemarin di semester 7 (2013) : "Setelah kalian  keluar dari PTIQ, tiada harta yang paling berharga selain hafalan al-Quran dan tiada beban yang paling berat ketika melupakannya" .

Warna mahasiswa tahap ini banyak ragamnya. Ada yang makin jarang ke kampus karena sibuk sama kerjaan lain (atau udah bodo amat sama kuliahan). Ada yang masih rajin ke kampus karena masih banyak kelas yang belom lulus. Ada juga yang nyangkut di perpustakaan, berusaha keras buat nyelesein tugas akhir yang susahnya setengah mati. Ada juga yang gak jelas ngapain, tapi tiap hari ke kampus, dianggap tetua, atau urusan lainlah yang nggak jelas. Walaupun jenis ini beraneka ragam, mereka punya sebuah kesamaan, yaitu sebuah alergi pada 2 kata : “Kapan lulus ?”

Namun, kita semua selalu berharap agar dapat melalui kehidupan kampus sebagaimana mestinya. Ini tentu tidak terlepas dari usaha pribadi masing-masing, baik kesungguhan dan kesabaran karena tidak selalu prestasi menjamin semuanya mulus. Harus ada sinergi dalam setiap pribadi untuk tetap fokus pada kuliah. Pada masa-masa akhir tidak jarang mahasiswa yang terpeleset yang berakibat fatal pada perkuliahan. Berpikir jangka panjang adalah solusinya dan tetap fokus pada hal yang terpenting, bukan yang paling penting...

Jalan di atas hanyalah gambaran umum kehidupan kampus yang tentu saja tidak terlepas dari usaha masing-masing. Arah dan hasil akhirnya ditentukan oleh setiap mahasiswa. Sehingga, tiket kelulusan ada pada setiap tangan individu. So,Semangat berjuang mahasiswa Indonesia  !!!

(Sumber : munsypedia)

Posting Komentar

[facebook][blogger]

Author Name

Abdul Somad

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-JomNWnKTeaA/WgsRFWh_ALI/AAAAAAAAG7E/1Rzp6Wg6VUofCBa-ebIp5hwoVc3sUt2RgCLcBGAs/s640/Spoiler%2B2%2Bbahasa%2Buntuk%2Bblogger.jpg} Do not give up just because it failed at the first opportunity, Something precious you will not have it easily. Keep trying! {facebook#https://www.facebook.com/somadabdul8708} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.