8 Tips Bina Keluarga - Kado Idul Adha 1434 H

Salam buat semunaya, khususnya teman-teman seperjuagan, IPTIQ Jakarta !!! Pada pagi cerah ini, SQ BLOG hanya dapat menganturkan Selamat menyambut hari raya Idul Adha 1434 H. Semoga di hari hari yang penuh berkah ini, Rahmat dan Ridha Ilahi senantiasa menyertai kita semua, AMIN !

Postingan SQ BLOG pagi cerah ini hanya sekilas pesan Khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Al-Ustad Wahyu Widajana, SQ, M.Ag dengan tema "Negara Aman dan Sejahtera diawali dari Pembinaan Keluarga".

Uraian pesan khutbah Idul Adha yang dilaksanakan depan Rusanama Institut PTIQ Jakarta kali ini menyinggung soal pembinaan keluarga dalam membangun negara yang aman dan sejahtera. Ustad Wahyu yang juga merupakan salah satu Dosen IPTIQ Jakarta ini menegaskan bahwa sejatinya membangun negara yang aman, tentram dan sejahtera dimulai dari ruang lingkup keluarga. Demikianlah salah satu pelajaran yang dapat kita petik dari kisah Ibrahim a.s dalam momentum Idul Adha kali ini. 

Nabi Ibrahim melalui putranya, Ismail dan Ishaq terlahir dua bangsa yang besar, yaitu Bangsa Arab dan Bangsa Israel. Kesuksesan Nabi Ibrahim yang terlihat dari Ismail dan Ishaq yang dari keduanya terlahir bangsa yang besar tidak terlepas dari pembinaan keluarganya sejak dini. "Di sinilah esensi pembinaan keluarga sejak dini", pungkasnya.


Nabi Ibrahim a.s menyadari hal tersebut bahwa membangun negara yang aman dan sejahtera dimulai dari pembinaan keluarga. Negara yang ideal menurut Ibrahim dalam al-Quran disebut dengan Al-Balad Al-Amin.

Tips sukses Nabi Ibrahim dalam membina keluarganya tersirat dalam Surah Ibrahim ayat 35-40:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ . رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ . رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ . رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ . رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ .

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (Q.S. Ibrahim : 35-40)

Pada ayat di atas, Ustad Wahyu merincinya bahwa terdapat 8 hal yang harus diperhatikan dalam membina keluarga untuk menbangun Negara yang madani, negara yang ideal, aman, tentram dan sejahtera. 8 hal tersebut ialah:

1). Membina Tauhid sejak dini dalam keluarga
2). Proteksi akan hal-hal negatif dalam perkembangan keluarga
3). Sholat
4). Menciptakan rasa kasih sayang antar sesama
5). maaf untuk poin ini, empty - sy nggak tahu juga atau sy yg ngantuk, heheeee
6). Pengelolahan ekonomi
7). lw poin ini, ane lupa - tlong komentar yang tahu,.......
8). Syukur kepada Allah SWT

Jadi kesimpulannya, negara yang ideal lahir dan dimulai dari pembinaan keluarga yang baik. Pembinaan keluarga yang baik itu seperti yang diterapkan Nabi Ibrahim a.s. Hal ini juga pun diterapkan oleh Rasulullah Saw, beliau kurang lebih 10 tahun di mekah hanya menanamkan Tauhid kemudian di madinah baru membina muamalah secara umum. And, TAUHID adalah pondasi utamanya...

Selama, tauhid mantap.. Harta - Tahta - Wanita, no way.
Keadaan inilah yang melanda negeri tercinta kita saat ini. Semoga kita dan kalian semua menjadi harapan masa depan buat merah putih, INDONESIA.

SEKIAN
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Posting Komentar

[facebook][blogger]

Author Name

Abdul Somad

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-JomNWnKTeaA/WgsRFWh_ALI/AAAAAAAAG7E/1Rzp6Wg6VUofCBa-ebIp5hwoVc3sUt2RgCLcBGAs/s640/Spoiler%2B2%2Bbahasa%2Buntuk%2Bblogger.jpg} Do not give up just because it failed at the first opportunity, Something precious you will not have it easily. Keep trying! {facebook#https://www.facebook.com/somadabdul8708} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.