Kajian Mushaf Kontemporer [2004 - Sekarang]

Mushaf al-Quran merupakan naskah yang paling banyak disalin oleh masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu. Kajian ini memperoleh perhatian istimewa karena banyak dihias dengan beragam corak hiasan. Dalam berbagai penelitian naskah al-Quran khususnya di Asia Tenggara, Indonesia menjadi gudang naskah mushaf yang paling banyak, baik yang dimiliki oleh perorangan, museum perpustakaan, masjid, maupun pesantren. Inventarisasi dan penelitian mengenai mushaf yang di lakukan oleh Puslitbang Lektur Keagamaan di berbagai daerah pada tahun 2003 hingga 2005 membuktikan hal tersebut.[1]

Mushaf dapat dipahami sebagai salinan al-Quran secara keseluruhan yang mencakup teks (nash) al-Quran, iluminasi (hiasan sekitar teks) maupun aspek fisik yang lain seperti jenis kertas dan tinta, ukuran naskah, jenis sampul, penjilidan dan lain-lain. Keseluruhan aspek fisik mushaf perlu di teliti secara terperinci. Di samping itu, aspek historis juga dikaji untuk mendapatkan gambaran historis perkembangan penulisan mushaf di Indonesia.[2] Fenomena kajian mushaf menarik banyak kalangan karena keunikannya dan aspek kesejarahannya yang menarik untuk dikaji. Hal ini tidak dapat dipungkiri sebab beragam mushaf yang kita temukan khususnya mushaf kuno terdiri dari berbagai corak yang dilatar belakangi oleh aspek sosial tempat penulisannya.

Hasil penelitian naskah al-Quran menunjukkan bahwa penyalinan mushaf dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat Islam, baik para penyalin professional, santri maupun para ulama. Bahkan para raja dan elite penguasa menjadi penyokong utama dalam tradisi tersebut. Seiring perkembangan zaman, tradisi penulisan al-Quran dalam bentuk manuskrip (tulis tangan) mulai mengambil langkah baru dengan munculnya berbagai tawaran baru dalam penyalinan mushaf, diantaranya litografi (cetak batu), hipografi (cetak logam) hingga cetakan modern. Kagiatan tersebut mengambil perhatian sejumlah kalangan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap mushaf. Bersamaan dengan itu, dibentuklah Lajnah Pentashih Mushaf al-Quran dalam rangka memelihara kemurnian, kesucian dan kemulian al-Quran. Lembaga ini secara kelembagaan dibentuk pada 1 oktober 1959 berdasarkan Peraturan Menteri Muda Agama No. 11 Tahun 1959 dan sejak tahun 2007 bernama Lajnah Pentashihan Mushaf al-Quran.[3]

Untuk memperlancar tugas pentashihan yang dilakukan oleh Lajnah, terbit SK Menteri Agama Nomor 25 tahun 1984 tentang penetapan mushaf standar. Ada tiga jenis mushaf standar yang secara resmi menjadi pedoman kerja bagi lajnah dan secara resmi dapat di diterbitkan dan di edarkan di Indonesia, yaitu:
  1. Mushaf al-Quran rasm usmani, 
  2. Mushaf bahriyyah, dan
  3. Mushaf braille.
Disinilah sala satu letak kajian makalah ini khususnya mushaf al-Quran rasm usmani. Namun secara umum, makalah ini memuat kajian mushaf kontemporer yang terhitung dari tahun 2004 sampai sekarang.

A. MUSHAF STANDAR USMANI 2004

Gbr 2 : Mushaf Sttandar Usmani 2004
Mushaf standar usmani memiliki rating tertinggi dalam cetak ulang dibandingkan dengan mushaf bahriyyah dan braille. Keunggulannya dapat dilihat dari konsistensi tanda baca dengan merujuk pada bentuk-bentuk yang sudah akrab di masyarakat. Seperti diungkapkan sebelumnya bahwa mushaf standar usmani merupakan salah satu jenis mushaf yang secara resmi dapat di diterbitkan dan di edarkan di Indonesia. Pada Muker X tanggal 28-30 maret 1984 untuk pertama kali mushaf standar diterima oleh peserta Muker ulama ahli al-Quran dan disampaikan kepada menteri agama sebagai naskah perdana.[4] Adapun untuk uraian berikut hanya menyajikan mushaf standar usmani edisi kedua yang diterbitkan pada tahun 2004.

a. Aspek Historis Dan Deskripsi Mushaf

Mushaf standar usmani terbitan tahun 2004 ini diadakan oleh Proyek Peningkatan Pelayanan Kehidupan Beragama Pusat Departemen (sekarang Kementerian) Agama RI tahun anggaran 2004 sebanyak 8000 eksemplar. Di bagian depan terdapat kata sambutan oleh Menteri Agama, Prof Dr. H. Said Agil Husin al-Munawwar, MA. Tanda tashih ditandatangani oleh H. Fadhal Abdurrahman Bafadal (Ketua Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur'an) dan H. Muhammad Shohib Tahar (Sekretaris), tertanggal 21 April 2004. Mushaf ini menjadi edisi resmi Kementerian Agama RI dari edisi revisi cetakan sebelumnya. Mushaf standar sebelumnya ditulis oleh Muhammad Syazali Sa’ad sebagai edisi pertama yang disahkan pada tahun 1984. Adapaun mushaf standar edisi keduan ini ditulis oleh Khattat, Baiquni Yasin dan tim pada tahun 1999-2001.[5]

b. Aspek Teks

Mushaf Standar edisi kedua ini mempunyai ciri tulisan tebal, berbeda dengan mushaf karya Muhammad Syazali Sa’ad yang cukup tipis. Konon, pilihan kepada huruf tebal itu berdasarkan keinginan masyarakat, yang lebih senang dengan huruf tebal sebagaimana mushaf asal Bombay. Secara umum aspek teks dari mushaf standar usmani 2004 dapat dilhat pada table berikut:

NO ASPEK TEKS URAIAN
1 Rasm
USMANI
Contoh:
  1. Usmani (أَفَإِينْ مَاتَ) , Imla’i (أَفَإِنْ مَاتَ). [Al-Imran : 144] “Kajian Ziadah ya”. 
  2. Usmani (وَزِدْنهُمْ), Imla’I (وَزِدْنَاهُمْ). [Al-Kahf : 13] “Kajian alif pada nun Dhamir yang terletak di tengah lafaz”.
  3.  Usmani (سُلَيْمَنَ), Imla’I (سُلَيْمَانَ). [Al-Baqarah : 102] “Kajian membuang alif pada Asma al-Ajam”.
Catatan:
  1. Teks ayat : Lihat Mushaf Standar Usmani 2004 [6]
  2. Kajian Qira’at : Lihat “Ilm all-Rasm al-Usmani” karya Ahmad Fathoni  [7]
2 Qira'at Qira’at Asim Riwayat Hafs
3 Tanda Baca
dan
Tanda Tajwid
Tanda Baca:
  1. Nun Kecil (Nun Wasal), terletak di bawah huruf wasal, contoh : خَيْرًا ن الْوَصِيَّةُ [al-Baqarah : 180]
  2. Sifrun Mustadir (Bulatan Kecil), terletak di atas huruf yang tidak di baca. Contoh : لا تاْ يئسوا [Yusuf : 87]
  3. Sifrun Mustatiil (Bulatan Lonjong/Elips), terletak di atas huruf yang berfungsi ketika waqaf, dan tidak berfungsi ketika wasal. Contoh : الظنوناْ [Al-Ahzab : 10]
Tanda Waqaf:

 photo TandaWaqaf.jpg

Tanda Tajwid:


Analisa lebih lanjut tentang hukum-hukum tajwid lainnya, kurang lebih sebagaimana Mushaf Usmani versi timur tengah.
4 Pembagian Teks
al-Quran
Seperti disebutkan sebelumnya bahwa Mushaf ini merupakan salah satu mushaf standar Indonesia. Format halaman mushaf ini berbeda dengan mushaf bahriyyah yang semuanya terdiri dari 15 baris kecuali surah al-Fatihah dan awal surah al-Baqarah. Halaman mushaf ini ada yang terdiri dari 7 baris (surah al-Fatihah dan awal surah al-Baqarah), 13 baris (akhir surah Yasin dan awal surah al-Shaffath) dan 15 baris selebihnya. Ciri lain yang menonjol dari mushaf ini ialah akhir ayatnya tidak selalu di akhiri pada setiap sudut (pojok) halaman sebelah kiri.
5 Teks-teks Tambahan
Kolofon
Di bagian belakang mushaf terdapat kolofon huruf Jawi (lihat foto di bawah) berbunyi:
Dengan taufiq dan hidayah Allah subhanahu wa ta'ala Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia ini ditulis oleh Khattat al-Ustaz Syazali Sa'ad pada tahun 1973-1975 M / 1394-1396 H dan ditulis ulang oleh cucunya Khattat al-Ustaz Baiquni Yasin dan tim pada tahun 1999-2001 M / 1420-1422 H. Semoga menjadi amal saleh.
Al-Nuskhah al-asliyah min haza al-mushaf nusikhat ‘ala nafaqati Mu'assasah “Iman Jama” waqfan lil-muslimin bit-ta’awun ma’a Lajnah Tashih al-Mushaf al-Qur’an al-Karim bi-Wizarah asy-Syu’un ad-Diniyyah al-Indunisiyah. (Naskah asli mushaf ini disalin dengan biaya Yayasan Iman Jama sebagai wakaf untuk kaum muslimin atas kerja sama dengan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama Republik Indonesia).


c. Aspek Perwajahan (Visual)

Aspek visual mushaf ini tidak terlepas dengan dinamika percetakan yang semakin berkembang. Perkembangan teknologi komputer dimanfaatkan dengan baik oleh para penerbit dalam menata dan mendesai mushaf. Ukuran mushaf tersebut ialah 24 x 16 cm, tebal 2,5 cm, warna kulit biru dengan tulisan warna emas. Aspek visual mushaf standar usmani 2004 dapat dilihat pada table berikut:

NO ASPEK VISUAL URAIAN
1 Kaligrafi Naskah al-Quran di tulis dengan khat naskhi berdasarkan kaidah penulisan rasm usmani dengan warna hitam.
2 Iluminasi a.  Iluminasi awal, tengah dan akhir
Iluminasi pada bagian awal menggunakan ornament garis yang membentuk bingkai dengan warna hitam. Kemudian ditutupi dengan hiasan bunga berwarna hijau yang mengitari pinggir tulisan bagian luar. Selanjutnya iluminasi bagian tengah (al-Kahf) menggunakan ornamen dari bunga dan daun yang berangkai mengitari bagian tulisan luar dengan warna merah. Adapun iluminasi akhir seperti dengan iluminasi bagian tengah tetapi dengan warna hitam. 
b.  Iluminasi pinggir halaman
Iluminasi pinggir halamaan menggunakan ornamen dari bunga dan daun yang berangkai mengitari bagian tulisan luar dengan warna hitam.
c.  Ilmuninasi kepala surah
Hiasan surah terdiri atas persegi panjang yang memiliki tiga kolom. Kolom sebelah kanan mencantumkan nama surah dan keteranagn makiyyah/madaniyyah. Kolom tengah mencantumkan lafaz basmalah. Sedangkan kolom sebelah kiri mencantumkan jumlah ayat dari surah.
3 Jilidan Hard Cover dengan hiasan bunga membentuk bingkai
4 Kertas ?


B. MUSHAF STANDAR USMANI 2008

Gbr 3 : Mushaf Standar Usmani 2008
Mushaf al-Qur'an Standar Indonesia ini sesuai dengan catatan di bagian belakang mushaf, dicetak pada tahun 2008. Diadakan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen (sekarang Kementerian) Agama RI. Mushaf ini dicetak oleh PT. Macanan Jaya Cemerlang, Klaten, Jawa Tengah, sebanyak 75.610 eksemplar. Ukuran mushaf 24,5 x 16,5 cm, tebal 2,5 cm. Kulit warna hijau dengan tulisan warna emas. Di bagian depan mushaf terdapat sambutan Menteri Agama RI Muhammad Maftuh Basyuni. Tanda tashih ditandatangani oleh H Muhammad Shohib Tahar (Ketua Tim Pelaksana Pentashihan Mushaf al-Quran) dan Dr. H. Ahsin Sakho Muhammad (Sekretaris), tertanggal 28 Mei 2008. [8]

Komposisi edisi ini, baik teks al-Quran mapun teks tambahannya, sama sepenuhnya dengan edisi tulis ulang sebelumnya, mushaf standar usmani terbitan tahun 2004. Adapun yang membedakannnya, pada edisi 2008 ini semua kata “Allah” dan kata gantinya dicetak dengan warna merah.

C. MUSHAF STANDAR USMANI 2011

Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia ini sesuai dengan catatan di bagian belakang mushaf, dicetak pada tahun 2011. Diadakan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Mushaf ini dicetak oleh PT Adhi Aksara Abadi Indonesia sebanyak 653.000 eksemplar. Jumlah tersebut merupakan suatu kuota yang cukup besar dan meningkat dari tahun ke tahun. Ukuran mushaf edisi ini sedikit lebih besar, yaitu 26 x 18 cm, tebal 2,5 cm. Kulit mushaf tampak lebih mewah, dengan mutu jilidan lebih bagus, warna hijau dengan tulisan "Al-Qur'an al-Karim warna emas, dikelilingi iluminasi yang ritmis. Di bagian depan mushaf terdapat sambutan Menteri Agama RI Suryadharma Ali, tertanggal 8 Maret 2011. Tanda tashih ditandatangani oleh H. Muhammad Shohib Tahar (Ketua Tim Pelaksana Pentashihan Mushaf Al-Qur'an) dan Dr. H. Ahsin Sakho Muhammad (Sekretaris), tertanggal 17 Oktober 2011.[9]

Gbr 4 : Mushaf Standar Usmani 2011
Komposisi edisi ini, baik teks al-Qur’an mapun teks tambahannya, sama sepenuhnya dengan edisi tulis ulang sebelumnya. Teks al-Qur’an edisi ini dicetak dengan warna hitam semuanya, berbeda dengan edisi tahun 2008 di mana kata “Allah” dan kata gantinya dicetak dengan warna merah.

D. MUSHAF AL-QURAN WANITA

Perkembangan ragam mushaf al-Quran kontemporer di tandai dengan berbagai inovasi baru dalam penyajian mushaf. Saat ini, perhatian dalam penyalinan mushaf selain memperhatikan bentuk format yang elegan, juga memberi perhatian terhadap sasaran pembaca mushaf. Hal ini tentunya memberikan berbagai kemudahan dalam membaca dan mengkaji mushaf. Salah satu inovasi baru dalam mushaf kontemporer ialah penerbitan mushaf al-Quran khusus edisi wanita.

Penerbit samudera penghayatan Al Quran adalah salah satu jasa penerbit yang mempelopori pengadaan mushaf al-Quran wanita. Mushaf tampil elegan dengan khas feminim. Dilengkapi dengan fiqih wanita, Perjalanan hidup 20 Wanita yang diabadikan al- Quran, gelar-gelar wanita sepanjang zaman dan 40 hadis-hadis Rasul seputar wanita.

Ukuran mushaf ini ialah A5 dan A6 dengan beragam warna, yaitu pink, biru tosca, merah, ungu dan coklat. Rasm yang digunakan ialah khat naskah rasm utsmani serta dilengkapi terjemah Departemen Agama RI.[10] Adapun beberapa dekripsi dari mushaf ini ialah:

  1. 744 halaman berwarna dengan frame bunga;
  2. Al-Quran dan terjemah 30 Juz lengkap;
  3. Al-Quran quantum wanita;
  4. 20 Sejarah wanita dalam Al-Quran;
  5. Gelar wanita dalam Islam;
  6. Agenda Muslimah khatam al-quran;
  7. Tabel ibadah rawatib wanita;
  8. Tabel Ibadah Nawafil Wanita;
  9. Wanita yg Haram dinikahi;
  10. Ensiklopedi ayat-ayat wanita;
  11. Tips tampil cantik sesuai sunnah;
  12. 40 Hadits tentang wanita;
  13. Fiqih ibadah wanita; dan
  14. Tajwid warna.
E. MUSHAF AL-QURAN ANAK-ANAK

Selain tren baru dalam mushaf kontemporer berupa mushaf wanita, terdapat juga mushaf al-Quran anak-anak. Urain ini hanya sekilas memaparkan mushaf al-Quran “I Love My al-Quran” yang diterbitkan oleh Pelangi Mizan. Mushaf ini mempermudah dan membantu para orang tua di zaman sekarang dalam membawa putra-putri mereka sejak dini ke dalam naungan al-Quran. I Love My Al-Quran dirancang untuk dapat diakses dengan sangat mudah dan menyenangkan oleh anak-anak.[11]


Anak dapat memperluas wawasan mengenai berbagai informasi tambahan berkaitan dengan ayat yang dibaca di box KAMU PERLU TAHU. Informasi tambahan itu bisa berupa peta, peristiwa sejarah, pengetahuan ilmiah. Box LIHAT JUGA berisi informasi rujuk silang, dimana anak dapat mengetahui korelasi satu ayat dengan ayat lainnya atau satu ayat dengan sumber lain. Khusus untuk orang tua disediakan box UNTUK AYAH-IBU. Berisi informasi tambahan yang perlu diketahui ayah-ibu dalam mendampingi putra-putrinya ketika membaca I Love My Al-Qur’an. Hukum tajwid diperkenalkan secara bertahap dan berorientasi pada praktik melalui box RAMBU BACA. Hukum tajwid pada box ini langsung diaplikasikan pada halaman bersangkutan dengan memberi warna khusus pada teks yang mengandung hukum tajwid yang sedang dijelaskan. Box KOSAKATA memperkenalkan anak pada kosakata Al-Qur’an secara bertahap. Kosakata yang dipilih merupakan kata kunci pada pembahasan ayat di halaman bersangkutan. Cover mushaf ini berukuran 21,5 cm x 28,5 cm. Jenis Kertas AP 150 gr dengan hard cover. Adapaun isinya berukuran 21 cm x 27,5 cm. Jenis Kertas AP 180 gr dengan 44 Halaman.[12]

Demikianlah sekilas beberapa uraian mengenai beberapa mushaf al-Quran kentemporer yang dimulai sejak tahun 2004-sekarang. Uraian di atas hanya menyajikan lima buah mushaf kontemporer, yaitu mushaf standar usmani tahun 2004, 2008 dan 20011, mushaf al-Quran wanita dan mushaf al-Quran anak-anak. Kami maklumi bahwa masih banyak ragam mushaf kontemporer lainnya selain kelima mushaf tersebut. Namun, waktu dan kemampuan yang membatasi kami sehingga makalah ini hanya memaparkan kelima kajian mushaf tersebut.

Walaupaun demikian, semoga kajian ini dapat memberikan gambaran umum bagi kita untuk memahami kajian mushaf kontemporer secara keseluruhan. Kami juga berharaf agar makalah ini dapat memberikan sumbangsi dalam khasanah pengetahun mushaf di Indonesia. Pemaparan dan penulisan makalah ini disusun berdasarkan analisa serta pemahaman kami yang selalu terbuka dengan analisis baru dari segenap para pembaca. Oleh karena itu, saran dan masukannya senantiasa diharpkan untuk perbaikan lebih lanjut dari makalah ini.


Sekian – Jakarta, 1 Mei 2013
ENDNOTE



[1] Ali Akbar, Khasanah Mushaf Kuno di Indonesia dalam “Mushaf al-Quran di Indonesia dari Masa ke Masa” (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Quran, 2011), hal. 10
[2] Departemen Agama RI, Mushaf-mushaf Kuno di Indonesia (Jakarta: Puslitbang Lektur Keagamaan, 2005), cet. I, hal. XIw
[3] Ali Akbar, Dari Mushaf ‘Bombay’ ke Mushaf ‘Kontemporer’ dalam “Mushaf al-Quran di Indonesia dari Masa ke Masa”, hal. 28
[4] Abdul Aziz Sidqi, Sekilas tentang Mushaf Standar Indonesia dalam “Perkembangan Mushaf, Terjemahan dan Tafsir al-Quran di Indonesia” (Jakarta: Lajnah Pentashih Mushaf al-Quran, 2011), hal. 19
[5] Ali Akbar, Artikel Mushaf Standar Indonesia (Usmani) 2004http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/11/mushaf-standar-indonesia-usmani-2004.html
[6] Departemen Agama RI, Kitab Suci Al-Quran (Jakarta: Lajnah Pentashih Mushaf al-Quran, 2004)
[7] Ahmad Fathoni, Ilm al-Rasm al-Usmani (Jakarta, _______, 2012)
[8] Ali Akbar, Artikel Mushaf Standar Indonesia (Usmani) 2008http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/11/mushaf-standar-indonesia-usmani-2008.html
[9] Ali Akbar, Artikel Mushaf Standar Indonesia (Usmani) 2011http://quran-nusantara.blogspot.com/2012/11/mushaf-standar-indonesia-usmani-2011.html#more
[10] Media Fitrah Rabbani, Artikel al-Quran Wanita dengan Fiqh Wanita dan Hadist Rasul, http://mushaf-al-burhan.blogspot.com
[11] Buku Anak Muslim, Artikel I Love My al-Quranhttp://www.bukuanakmuslim.com/produk/i-love-my-al-quran/
[12] Buku Anak Muslim, Artikel I Love My al-Quranhttp://www.bukuanakmuslim.com/produk/i-love-my-al-quran/

DAFTAR PUSTAKA

Akbar, Ali. Dari Mushaf ‘Bombay’ ke Mushaf ‘Kontemporer’ dalam “Mushaf al-Quran di Indonesia dari Masa ke Masa”, Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Quran, 2011
Akbar, Ali. Khasanah Mushaf Kuno di Indonesia dalam “Mushaf al-Quran di Indonesia dari Masa ke Masa”, Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Quran, 2011
Akbar, Ali. Website - Khasanah Mushaf al-Quran Nusantara (http://quran-nusantara.blogspot.com)
Buku Anak Muslim, Website – Sarana Pendidikan Keluarga (http://www.bukuanakmuslim.com)
Departemen Agama RI, Kitab Suci Al-Quran, Jakarta: Lajnah Pentashih Mushaf al-Quran, 2004
Departemen Agama RI, Mushaf-mushaf Kuno di Indonesia, cet. I, Jakarta: Puslitbang Lektur Keagamaan, 2005
Fathoni, Ahmad. Ilm al-Rasm al-Usmani, Jakarta, _______, 2012
Media Fitrah Rabbani, Website – Mushaf al-Quran dan Al-Quran Wanita (http://mushaf-al-burhan.blogspot.com)
Sidqi, Abdul Aziz. Sekilas tentang Mushaf Standar Indonesia dalam “Perkembangan Mushaf, Terjemahan dan Tafsir al-Quran di Indonesia”,  Jakarta: Lajnah Pentashih Mushaf al-Quran, 2011

pdf FREE DOWNLOAD
Server One [Download Disini]
Server Two [Download Disini]

Posting Komentar

[facebook][blogger]

Author Name

{picture#http://1.bp.blogspot.com/-_307Ah0ton8/VGkfo2ZBEsI/AAAAAAAACys/RDRvS3VgoD4/s1600/Rul%2BPengakuan%2BDiri.jpg} Putra Duri yang suka berpetualangan, dari Enrekang di SulSel ke SulTra Kolaka, kemudian malang melintang di Jawa hingga ke Jakarta sampai berlabuh di Depok bersama si Dia. Sosok pegiat Tafsir Ilmi ini, juga hobby Futsal, Khataman, Tennis Meja, Blogging, dan renang. {facebook#https://web.facebook.com/RulHas.SulTra} {twitter#https://twitter.com/RulHasBS} {google#https://plus.google.com/+HasrulBS} {youtube#https://www.youtube.com/user/Zulhas1} {linkedin#https://www.linkedin.com/in/hasrul-bs-31102835/}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.