Sejarah Etnis Amerika Serikat


Amerika Serikat terletak di tengah-tengah benua Amerika Utara, dibatasi oleh Kanada di sebelah utara dan Meksiko di sebelah selatan. Negara Amerika Serikat terbentang dari Samudera Atlantik di pesisir timur hingga Samudera Pasifik di pesisir barat, termasuk kepulauan Hawaii di lautan Pasifik, negara bagian Alaska di ujung utara benua Amerika, dan beberapa teritorial lainnya. 

Penetap pertama wilayah yang kini menjadi Amerika Serikat berasal dari Asia sekitar 15.000 tahun yang lalu. Mereka menyeberangi jembatan darat Bering ke Alaska.Selanjutnya, penduduk asli Amerika bermukim di wilayah tersebut selama ribuan tahun. Pada tahun 1492, Christopher Columbus berhasil mencapai Amerika. Orang-orang Inggris lalu bermukim di Jamestown, Virginia pada tahun 1607. Permukiman ini dianggap sebagai permukiman pertama di Amerika Serikat. Selanjutnya, Amerika Serikat terus didatangi oleh orang-orang Inggris. Orang Perancis, Spanyol, dan Belanda juga bermukim di sebagian Amerika Serikat.

Masa Pra-Columbus adalah masa sebelum kedatangan Christopher Columbus ke Amerika tahun 1492. Pada masa itu, penduduk asli Amerika menetap di Amerika Serikat. Mereka memiliki budaya yang berbeda: 
  • penduduk asli di Amerika Serikat timur berburu; 
  • pendudukasli di Amerika Serikatbaratlautmenangkapikan; 
  • pendudukasli di baratdayamenanamjagungdan membangun rumah yang disebut pueblo dan 
  • penduduk asli di Great Plains berburu bison.
Pada masa ini juga, terdapart beberapa Bangsa di Amerika yang telah mengalami perkembangan dalam berbagai berbagai bidang, diantaranya : 

BANGSA MAYA 

Ibu kota Maya terletak di Semenanjung Yucatan, dan mereka diperintah oleh seorang raja secara turun-temurun. Wilayahnya cukup luas, meliputi Mexico Selatan, Semenanjung Yucatan, Honduras, serta Guatemala. Bangsa Maya diperkirakan telah mendiami wilayah Amerika Tengah sejak tahun 1000 SM. Mereka terdiri dari beberapa suku-suku pengembara, sehingga pemerintahan federasi sangat cocok buatnya. Hasil-hasil kebudayaan terpenting antara lain : 

a. Sistem Kepercayaan 
Bangsa Maya memiliki kepercayaan politeisme, karena menyembah terhadap banyak Dewa. Untuk keperluan pemujaan , maka dibangunlah kuil ( piramida ) , terutama bagi Dewa Matahari. 

b. Sistem Pertanian 
Masyarakat Maya hidup kebanyakan dari pertanian yang sifatnya sederhana baik pertanian menetap maupun ladang berpindah-pindah. 

c. Seni arsitektur 
Bangsa Maya telah mengenal sistem Arsitektur yang sangat maju. Bangunan-bangunan berupa kuil didirikan dengan arsitektur yang sangat unik. Bangsa Maya mengalami kemunduran karena serangan bangsa Spanyol, yang kemudian menguasainya. 

BANGSA AZTEC 

Pusat peradaban Aztec ada di lembah Mexico, terutama di daerah Danau Zumpango dan Xaltoxan. Di sana mereka mendirikan taman terapung. Selanjutnya mereka bergeser ke puncak Chapultepec, serta mendirikan kerajaan di daerah tersebut. Bangsa Aztec mendirikan dua pusat kerajaan, yaitu Techitlan dan Theteleco. Wilayah Aztec kemudian berkembang hingga meliputi Mexico bagian tengah dan selatan. Hasil-hasil peradaban bangsa Aztec antara lain : 

a. Sistem Pertanian 
System pertanian bangsa Aztec sudah lebih maju karena sudah mengenal alat bajak dan menggunakan irigasi. Namun demikian , di daerah-daerah pedalaman masih terdapat para petani dengan system lading berpindah. 

b. Sistem Kepercayaan 
Bangsa Aztec memuja banyak dewa (politeisme), dan dewa yang paling terkenal adalah Dewa Perang dan Dewa Matahari. Bangsa Aztec membangun piramida-piramida untuk memuja para dewa. 

c. Seni Arsitektur 
Bangsa Aztec telah mampu menciptakan bangunan-bangunan sangat bagus yang terbuat dari semen dan pasir. Bangunan termegah adalah kota Tenochtitlan, yang dihiasi oleh istana, piramida-piramida, pasar serta jalan-jalan lebar. Bangsa Aztec telah mampu membuat perhiasan emas dan perak, serta telah mengenal seni lukis, astronomi, serta matematika 

BANGSA INCA 

Bangsa Inca di Peru telah mempunyai peradaban yang cukup maju untuk masa itu. Kerajaan Inca didirikan oleh Raja Pachacutti, dengan bentuk konfederasi dan wilayahnya meliputi daerah. pegunungan Andes di Ekuador, Peru, Bolivia, Argentina, serta Chilli. Kerajaan Inca berpusat di Guzca dan dipimpin oleh seorang raja yang berkuasa mutlak, keras serta teokratis. Hasil-hasil peradaban bangsa Inca antara lain adalah : 

a. System Kepercayaan 
Bangsa Inca menganut kepercayaan politeisme atau penyembahan terhadap banyak dewa. Dewa tertinggi adalah dewa Matahari. 

b. Seni Arsitektur 
Bangsa Inca telah mampu membangun bangunan-bangunan besar, seperti kuil dan benteng. Selain itu, jalan-jalan juga dibangun untuk sarana transportasi dan komunikasi antar wilayah 

c. Sistem Pertanian 
Bangsa Inca hidup dari bercocok tanam, baik yang sudah menetap maupun berpindah-pindah. 
Bangsa Inca mengalami kemunduran kekuasaannya karena adanya perang saudara. Kemudian serbuan bangsa Spanyol mengakhiri riwayat kerajaan tersebut tahun 1538. 

Pada tahun 1585 Inggris mencoba mendirikan permukiman di Pulau Roanoke, tetapi tidak berlangsung lama.[6] Pada tahun 1607, permukiman Inggris pertama yang dapat bertahan berdiri di Jamestown, Virginia. Permukiman ini didirikan oleh John Smith, John Rolfe, dan orang-orang Inggris lainnya yang tertarik dengan kekayaan dan petualangan. Kemudian pada tahun 1621, sekelompok orang Inggris yang dijuluki Pilgrim Fathers (orang yang melarikan diri karena berselisih faham dengan gereja) menetap di Plymouth, Massachusetts. Koloni yang lebih besar dibangun di Teluk Massachusetts oleh Puritan tahun 1630.

Inggris bukan hanya satu-satunya negara yang menetap di wilayah yang kini menjadi Amerika Serikat. Pada tahun 1500-an, Spanyol mendirikan benteng di Saint Augustine, Florida.[9] Perancis menetap di Kanada dan wilayah sekitar Danau-Danau Besar. Bangsa Belanda mendirikan koloni di New York, yang mereka sebut Nieuw Nederland. Wilayah-wilayah lain dimukimi oleh orang Skotlandia-Irlandia, Jerman, dan Swedia. 

Perkembangan koloni merupakan hal yang buruk bagi penduduk asli Amerika. Mereka kehilangan negeri mereka dan banyak dari antara mereka yang meninggal akibat variola, penyakit yang dibawa bangsa Eropa ke Amerika. Pada tahun 1733, terdapat tiga belas koloni. Koloni-koloni ini biasanya dikelompokan menjadi: 
  • New England (New Hampshire, Massachusetts, Rhode Island and Connecticut), 
  • koloni-koloni Tengah (New York, New Jersey, Pennsylvania, Delaware), dan 
  • koloni-koloni Selatan (Maryland, Virginia, Carolina Utara, Carolina Selatan, dan Georgia). 
New England memiliki peternakan-peternakan kecil, dan lebih bertumpu pada perikanan, perkapalan, dan industri-industri kecil.[13] Koloni Selatan memiliki perkebunan tembakau dan kapas. Kebun-kebun ini awalnya digarap oleh pekerja yang bersedia bekerja beberapa tahun dengan upah pintu masuk ke Amerika dan tanah, lalu oleh budak. Koloni tengah memiliki peternakan berukuran kecil, dan dikenal memiliki budaya dan kepercayaan yang beragam. Ketigabelas koloni tersebut terikat dengan "ekonomi Atlantik", yang melibatkan penggunaan kapal untuk perdagangan budak, tembakau, rum, gula, emas, rempah-rempah, ikan, kayu, dan barang hasil produksi, antara Amerika, Hindia Barat, Eropa, dan Afrika. New York, Philadelphia, Boston, dan Charleston merupakan kota dan pelabuhan utama pada masa itu. 

Dari tahun 1754 hingga 1763, Inggris dan Perancis terlibat dalam perang yang disebut Perang Tujuh Tahun. Inggris berhasil memenangkan perang. Perancis menyerahkan koloninya di Kanada kepada Inggris, dan menyerahkan Louisiana ke Spanyol; Spanyol menyerahkan Florida ke Inggris. Selanjutnya, Inggris mengeluarkan Proklamasi 1763, yang menyatakan bahwa orang yang tinggal di tiga belas koloni tidak dapat menetap di sebelah barat Pegunungan Appalachia.

Setelah Perang Tujuh Tahun, kolonis mulai merasa mereka tidak memperoleh hak-hak mereka.[3] Selain akibat Proklamasi 1763, mereka merasa diperlakukan tak adil karena pajak yang dipungut oleh pemerintah Britania. Kolonis menyatakan "Tak ada pajak tanpa perwakilan", yang berarti mereka meminta agar mereka memiliki suara di Parlemen Britania.[19] Pajak-pajak tersebut meliputi Sugar Act (1764), Stamp Act (1765), Townsend Duties (1767), dan Tea Act (1773). Pada tahun 1770, peristiwa Boston Tea Party terjadi. Kolonis-kolonis di Boston membuang ratusan kotak berisi teh dari kapal di Pelabuhan Boston, sebagai tanggapan terhadap Tea Act. Tentara Britania lalu mengambil alih Boston, yang mengakibatkan pendirian Kongres Kontinental, terdiri dari pemimpin setiap 13 koloni. Tokoh-tokoh penting dalam kongres tersebut adalah Benjamin Franklin, John Adams, Thomas Jefferson, John Hancock, Roger Sherman, dan John Jay.

Pada tahun 1781, koloni-koloni mempersiapkan sebuah Uni melalui Articles of Confederation, akan tetapi hanya dapat berlangsung selama enam tahun. Sebagian besar kekuasaan diserahkan kepada negara-negara bagian, dan hanya sedikit kekuasaan yang dimiliki pemerintah pusat.[23] Selain itu, tidak terdapat presiden. Articles of Confederation juga tidak dapat menghentikan penduduk asli Amerika atau orang Britania di perbatasan, dan juga tak mampu menghentikan pemberontakan seperti Pemberontakan Shays'. Setelah pemberontakan Shays', banyak orang merasa Articles of Confederation telah gagal.

Konstitusi Amerika Serikat ditulis pada tahun 1787. Tokoh-tokoh yang membantu penulisan konstitusi, seperti Washington, James Madison, Alexander Hamilton, dan Gouverneur Morris, merupakan pemikir-pemikir utama Amerika pada masa itu. Beberapa tokoh akan memegang posisi penting dalam pemerintahan baru. Konstitusi ini mendirikan pemerintahan nasional yang lebih kuat dan memiliki tiga cabang: eksekutif (Presiden dan kabinetnya), legislatif (Dewan Perwakilan Rayat dan Senat), dan yudikatif (pengadilan federal). Konstitusi ini diratifikasi oleh negara-negara bagian pada tahun 1788. 

Pada tahun 1789, Washington terpilih sebagai presiden pertama. Pada masa jabatannya, Pemberontakan Whiskey meletus. Petani-petani di pedesaan mencoba untuk menghentikan pengumpulan pajak terhadap whiskey. Pada tahun 1795, Kongres menyetujui Traktat Jay, yang membuka perdagangan dengan Britania.] Traktat ini dibuat dengan tujuan memperbaiki hubungan dengan Britania.Thomas Jefferson dan James Madison sangat menentang traktat ini. Dalam pemilu tahun 1796, John Adams berhasil mengalahkan Thomas Jefferson. Pemilu ini merupakan pemilu antar dua partai politik pertama di Amerika Serikat.[29] Sebagai presiden, Adams membuat Angkatan Darat dan Laut Amerika Serikat menjadi lebih besar, tetapi juga mengeluarkan hukum untuk menutup koran yang menulis hal-hal jelek tentangnya. 

Jefferson berhasil mengalahkan Adams pada pemilu tahun 1800. Salah satu hal penting yang dilakukannya sebagai presiden adalah membeli Louisiana dari Perancis.[30] Jefferson mengirim Lewis dan Clark untuk memetakan Pembelian Louisiana. Presiden Jefferson juga berusaha menghentikan perdagangan dengan Inggris dan Perancis, yang sedang terlibat dalam perang.[31] Perang meletus antara Amerika Serikat dan Inggris pada tahun 1812 ketika James Madison menjabat sebagai presiden. Perang ini disebut Perang 1812. 

Daftar Pustaka
**************************
  • Wilford, John Noble, "Evidence Supports Earlier Date for People in North America", The New York Times, 4 April 2008. 
  • Scots to Colonial North Carolina Before 1775. School of Applied Arts of the University of Strathclyde. Diakses pada 27 Agustus 2010. 
  • Blum, John M.; William S. McFeely, Edmund S. Morgan, Arthur M. Schlesinger, Jr., Kenneth M. Stampp, and C. Vann Woodward (1985). The National Experience: A History of the United States (edisi ke-6th). Harcourt Brace Jovanovich. hlm. 91. ISBN 0155656643. 
  • Pekka Hämäläinen. The Rise and Fall of Plains Indians Horse Cultures. The Journal of American History. American Historical Association, Organization of American Historians, University of Illinois Press, National Academy Press. Diakses pada 5 April 2010. 
  • Johnston, Robert D. (2002). The Making of America: The History of the United States from 1492 to the Present. National Geographic. hlm. 13. ISBN 0792269446. 
  • Blum, John M. (1985). The National Experience: A History of the United States (edisi ke-6th). Harcourt Brace Jovanovich. hlm. 18. ISBN 0155656643. 
  • Davis, Kenneth C. (2002). Don't Know Much About American History. HarperCollins. ISBN 0060840560. 
  • Owen Collins, ed (1999). Speeches That Changed the World. John Knox Press. hlm. 63-65. ISBN 0664221491. 
  • National Historic Landmarks Program - St. Augustine Town Plan Historic District. National Historic Landmarks Program. Diakses pada 29 Agustus 2010. 
  • Colonial North America. Internet Modern History Sourcebook. Diakses pada 29 Agustus 2010. 
  • Blum, John M. (1985). The National Experience: A History of the United States (edisi ke-6th). Harcourt Brace Jovanovich. hlm. 72-74. ISBN 0155656643. 
  • Bailyn, Bernard (1992). The Ideological Origins of the American Revolution. Harvard University Press. hlm. 249,273-4, 299-300. ISBN 0674443012. 
  • Morison, Samuel Eliot (1972). The Oxford History of the American People. New York City: Mentor. hlm. 199–200. ISBN 0451-62600-1. 
  • Kennedy, David; Lizabeth Cohen and Thomas A. Bailey (2006). The American Pageant (edisi ke- 13th). Boston: Houghton Mifflin. ISBN 061847906. 
  • About.com: The Trans-Atlantic Slave Trade. Diakses pada 29 Agustus 2010. 
  • Kurlansky, Mark. Cod: A Biography of the Fish That Changed the World. New York: Walker. ISBN 0-8027-1326-2. 
  • U.S. Census Bureau. Earliest Population Figures for American Cities. Diakses pada 29 Agustus 2010. 
  • Calloway, Colin (2006). The Scratch of a Pen. Oxford University Press. ISBN 0-19-530071-8. 
  • Miller, John C. (1943). Origins of the American Revolution. Little, Brown & Co.. hlm. 31, 99, 104. 
  • Alexander, John K. (2002). Samuel Adams:America’s Revolutionary Politician. Rowman & Littlefield. ISBN 074252115X.Labaree, Benjamin W. (1964). The Boston Tea Party. Northeastern University Press. hlm. 141-144. ISBN 0930350057. 
  • United States Declaration of Independence. Diakses pada 14 Agustus 2010. 

  • French, Allen (1925). The Day of Concord and Lexington. Little, Brown & Co. hlm. 2, 272-273. http://books.google.com/books?id=LdorAAAAIAAJ&pg=PR3#v=onepage&q=&f=false. Diakses pada 2010-08-29. 
  • Articles of Confederation. Diakses pada 14 Agustus 2010. 
  • Blum, John M. (1985). The National Experience: A History of the United States (edisi ke-6th). Harcourt Brace Jovanovich. hlm. 131. ISBN 0155656643. 
  • Constitution of the United States of America. Diakses pada 15 Agustus 2010. 
  • Cole, Wayne S. (1968). An Interpretive History of American Foreign Relations. hlm. 55. ISBN 0256014132. 
  • Jean Edward Smith, John Marshall: Definer of a Nation (1998) hal. 177 
  • Chambers, 80. 
  • (November 1988). ""From One to Two Political Parties": 6-9. 
  • Table 1.1 Acquisition of the Public Domain 1781-1867. Diakses pada 29 Agustus 2010. 
  • Tucker, Spencer (2006). Injured Honor: The Chesapeake-Leopard Affair. Naval Institute Press. ISBN 1557508240.
SEKIAN
Label:

Posting Komentar

[facebook][blogger]

Author Name

Abdul Somad

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-JomNWnKTeaA/WgsRFWh_ALI/AAAAAAAAG7E/1Rzp6Wg6VUofCBa-ebIp5hwoVc3sUt2RgCLcBGAs/s640/Spoiler%2B2%2Bbahasa%2Buntuk%2Bblogger.jpg} Do not give up just because it failed at the first opportunity, Something precious you will not have it easily. Keep trying! {facebook#https://www.facebook.com/somadabdul8708} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.