SQ BLOG

Kajian

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 01 Oktober 2017

Takdir dan Cinta, Merajut Lembaran Baru

Minggu, Oktober 01, 2017 0
SQ Blog - Salam sukses dan bahagia semuanya sobat, sehat dan afiyat semuanya yaa. Postingan admin kali ini ingin berbagi satu cerita baru dan indah, setelah sekian lama libur berbagi postingan bersama Sobat semuanya. Yaa karena menyelami beberapa urusan penting, hehehe. Maklum dengan berbagai kegiatan terakhir ini dan urusan rutin lainnya yang tidak hanya menyita waktu, namun juga tenaga dan pikiran sehingga waktu buat menjenguk blog ini menjadi minim sama sekali. (jadi sok sibuk nhe...)


Baik sobat, berikut cerita baru dan indahnya, buat admin khususnya dan juga Sobat SQ Blog tentunya. Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT, beberapa pekan kemarin, tepatnya tanggal 9, bulan 9, jam 9 pagi, tahun 2017 admin secara sah dan suci membuka dan mengawali lembaran hidup baru, (kasih tahu nggak yaa...)  yaa bersama kekasih hati hamba yang insyaAllah telah dituliskan dalam gengaman takdir-Nya.

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ.

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (Q.S. Yaasiin: 36)

Puji syukur dari kami berdua atas nikmat-Mu dan amanah-Mu, ini yaa Allah, semoga dapat kami tunaikan dan mengantarkan kami untuk lebih bertaqarrub kepada-Mu yaa Allah. Harapan kami, dan juga kepada setiap pasangan muslim-muslimat, agar dapat menciptkan keberkahan bagi kami, memupuk rasa cinta dan kasih setiap saat, melahirkan ketentraman dan kebahagian dimanapun berada, dan saling menjaga dan mengingatkan dalam setiap hal-ihwal keluarga, aamiin yaa Rabb.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Q.S. Al-Ruum: 21)

DEPOK, 9 SEPTEMBER 2017


Kami menyadari sepenuhnya, tiada perjumpaan dan pertemuan di antara dua insan, melainkan telah dituliskan dalam takdir-Nya. Dengan ini, kami kan bertekad dan terus berjuang sembari bermunajat pada-Mu yaa Allah agar perjumpaan ini abadi bagi kami berdua. Tuntun dan terangilah senantiasa langkah-langkah kami menuju jalan-Mu yang Engkau ridhai ya Allah. Tiada daya dan tiada kekuatan, melainkan daya dan kekuatan-Mu yaa Allah.

Sobat SQ Blog, berbagi cerita ini mengingatkan admin pada salah satu ayat al-Quran yang mulia:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ.

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. (Q.S. Al-Dhuha: 11)

Admin berharap, postingan kali ini merupakan satu rangkaian dari apa yang tersirat dalam pesan ayat di atas.

Menutup postingan ini, kami kembali mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas semua doa dan dukungan kepada semuanya sehingga pertemuan kami untuk merajut lembaran baru dapat terlaksana dengan penuh khidmat. Khususnya kami ucapkan kepada kedua orang tua kami, semua keluarga besar di depok maupun keluarga besar di Sulawesi. Dan juga tentunya kepada guru-guru kami, Dosen kami, Kerabat-rekan-sobat semuanya dimana pun berada.

Hanya doa yang kami pinta, semoga semua yang telah mereka usahakan buat kami diberikan balasan dan pahala yang berlipat ganda di sisi-Nya, aamiin yaa Allah.

By: Istriku tercinta
Kamis, 28 September 2017

Dulu ku pernah berfikir
tentang siapa yang akan bersanding denganku kelak
Ku dalami akan karakter ku sendiri
apa mungkin aku diberi sosoksholeh imamku nanti
sering ku dengar bahwa Pasanganmu adalah cerminan dirimu
lantas apa yg harus ku perbuat??

Hijrah...
Ya, hijrah...
Hijrah tuk berbuat baik
berusaha menjadi shalihah
dan tetap melakukan yg terbaik apapun kondisi dan situasinya

Berbekal itupun ku bermunajat pada Allah
doa ku pinta tuk diberikan imam yg terbaik
yg bisa membimbingku dan menjaga niat baik ku
Masya Allah, Allah dengar doaku, doa kedua orangtuaku
Engkaulah Kakanda Shalih ku
penentram hatiku

Semoga Allah memberi kemudahan menjalani kehidupan ini
agar kita bisa mewujudkan pasangan yg harmonis, serasi, bahagia, ahli syurga
dan menjadi pasangan yg mampu menghadirkan kebaikan
dalam diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara juga peradaban dunia.
Aamiin Allahumma Aamiin


SEKIAN
Read More

Kamis, 10 Agustus 2017

Deman D*spac*to, 3 Lagu Variannya ini Lebih Layak dan Terpuji

Kamis, Agustus 10, 2017 0
SQ Blog - Salam sobat, beberapa akhir pekan ini khalayak dunia maya di-hits-kan dengan sebuah lagu asal Spanyol. Tak tanggung-tanggung, lagu asal Matador tersebut, despacito menjadi lagu berbahasa Spanyol pertama yang mampu menjuarai tangga lagu di layanan streaming global, dan telah diunduh sampai jutaan orang.

Entah ada apa, dari lirik atau rasa apanya, lagu ini begitu tren di berbagai negara dalam sekejap, dan dari kalangan muda sampai tua tak mau ketinggalan mendengarkan lagu tersebut. Lagu yang rilis dalam bahasa Spanyol tersebut ternyata memiliki arti yang sangat tidak pantas dan tidak terpuji. Sontak mendapat perhatian dari berbagai kalangan, karena lagu yang bernuansa dewasa tersebut, justru sangat familiar di kalangan anak-anak dan para remaja.

Harapannya tentu, setelah mengetahui bahwa lagu tersebut tidak pantas dan tidak terpuji, untuk segera dihindari dan tidak didengarkan lagi. Bersamaan dengan itu, tak terbendung muncul beragam genre despacito di tanah air khususnya, dengan pesan-pesan moral yang dimuatnya.

Admin menjumpai lebih dari 10 varian depscito, mulai dari nuansa dangdut, Malaya, Jawa, termasuk yang bernuansa pesan-pesan moral yang positif. Berikut admin rangkum 3 varian d*spac*to yang layak anda dengarkan dari pada versi aslinya:

Varian 1: Ayo Mondok by Menara Band


Varian 2: Kisah Sang Rasul by Aldi


Varian 3: Bhinneka Tunggal Ika by TNI


Varian lainnya sobat bisa cari sendiri, misalnya di channel Duo Harbatah, dll.
Sekian; Semoga Bermanfaat
Read More

Sabtu, 05 Agustus 2017

Mondok & Nyantri, 5 Lagu ini Mengingatkan Anda Suasananya

Sabtu, Agustus 05, 2017 0
SQ Blog - Salam hangat sobat, salam akhir pekan buat semunaya. Diantara kenangan indah yang mungkin pernah terselip dalam lembaran hidup sobat adalah kenangan di pesantren. Betul tidak? hehe..

Suasana di pesantren memang melukiskan beragam kisah yang sulit terlupakan, dari yang terindah sampai yang terdahsyat kesedihannya, dari canda tawa sampai duka pilu, dari yang manis-manis sampai yang pahit-pahit.



Itulah perjuangan-perjuangan menuntut ilmu yang tak kan terlupakan. Siang-malam tiada waktu kecuali berhadapan dengan buku, yaa walaupun ada juga yang sampai dapat gelar Abu Naum, julukan yang suka tidur.

Nah sobat SQ Blog... admin telah mengumpulkan beberapa lagu ala santri, semoga bisa merefresh suasana senang dan duka sobat di pesantren. Bagi yang belom nyantri, semoga  bisa menjadi semangat untuk dapat merasakan suasana penjara suci ala santri/santriwati ini. Berikut 5 lagu ala pesantren tersebut sobat.

Pertama:
Ayo Mondok (Menara Band)


Kedua;
Ayo Mondok, Cipt. Luqman HD Attarmasi dan Hammam Fathullah HB


Ketiga; Pesantrenku Keren by Althof DA



Keempat;
Murobbi (Pendidik) by Rizha, Evi, Ummi



Kelima;
Kota Santri by Suhaemi (Voc. Wafiq Azizah)


SALAM ANAK SANTRI
ADMIN
Read More

Senin, 12 Juni 2017

19 Hadis Shahih dan Makbul Seputar Keutamaan Ramadhan

Senin, Juni 12, 2017 0
Salam Sobat - SQ BLOG, setelah admin sebelumnya share 5 Hadis Palsu Seputar Ramadhan, dan tentu masih banyak hadis-hadis palsu yang lain, kali ini admin akan share terkait dengan hadis-hadis seputar keutamaan ramadhan. Admin juga telah menyusun hadis-hadis tersebut dalam bentuk PDF yang sobat dapat download. Admin memberinya judul Hadis-hadis Shahih dan Makbul tentang Keutamaan Seputar Ramadhan; Disarikan dari Hadis Nabawi dan Hadis Qudsi.


Dalam uraian tersebut dan juga dalam postingan kali ini, admin utarakan 19 Fadhilah atau Keutamaan seputar bulan Ramadhan, oleh nya postingan ini juga berjudul "19 Hadis Shahih dan Makbul Seputar Keutamaan Ramadhan". Sungguh pun demikian, hadis-hadis yang terdapat di dalamnya tidak hanya 19 saja, karena terdapat penyebutan beberapa hadis dalam satu fadhilah/keutamaan. Penyebutan 19 Hadis dalam judul postingan ini hanya untuk menunjukkan 19 tema umum atas kategori keutamaan dari hadis-hadis tersebut.

Sobat, langsung simak aja ulasannya di bawah ini:



Bagi sobat, untuk bekal pengajaran ataupun dakwah silahkan langsung download pada link di bawah:


SEKIAN
SEMOGA BERMANFAAT
Read More

Minggu, 11 Juni 2017

Nama Jakarta Terambil dari Surat Al-Fath?

Minggu, Juni 11, 2017 0
Salam Sobat - SQ Blog, hari puasa ini semoga semuanya tetap semangat dalam setiap aktivitasnya. Admin kali ini akan sedikit bercerita tentang asal kota Jakarta. "Yaa ud bertahun2 hidup di Jakarta masa asal namanya aja nggak tahu." Nah kali ini admin sedikit akan bagikan informasi tersebut. Admin tertarik share info ini karena sedikit banyaknya terkait dengan sejarah awal Islam di Indonesia.



Penasaran nggak sobat? Awal kisahnya begini...
 
Setelah Portugis masuk ke Indonesia yang membawa 3 misi utama, gold, glory, dan gospel. Mereka pun mengincar wilayah-wilayah nusantara yang strategis, termasuk Sunda Kelapa yang memiliki pelabuhan yang ramai dikunjungi para pedagang dari berbagai negara. Portugis akhirnya berinisiatif untuk memonopoli wilayah tersebut pada tahun 1512 M. Namun menuai kegagalan karena sikap permusuhan yang ditunjukkan oleh sejumlah pemerintahan Islam di Jawa, seperti Demak dan Banten. (Wikipedia)

Lanjut kisah, tahun 1522 Portugis berhasil memasuki wilayah Sunda Kelapa, kemudian Gubernur Alfonso d'Albuquerque yang berkedudukan di Malaka mengutus Henrique Leme untuk membangun benteng di sana. Mereka pun dengan 3 misinya mulai mengekspansi wilayah tersebut dan membangun tempat-tempat ibadah. Hal ini diketahui oleh kerajaan Demak yang saat itu dipimpin oleh Sunan GUnung Jati. Ia pun mengirim menantunya yang bernama Fathullah, orang-orang lokal biasa memanggilnya Fatahillah, dan orang-orang Potrugis memanggilnya Faletehan.

Singkat cerita Sobat, Fatahillah berhasil menguasi wilayah Sunda Kelapa dari tangan penjajah Portugis ketika itu. Pristiwa itu terjadi pada tanggal 22 Ramadhan 923 H, bertepatan dengan 22 Juni tahun 1527 M. Fatahillah dan pejuang Islam menyadari bahwa kemenangan tersebut adalah anugerah dari Allah. Kemudian Fatahillah menggantikan nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta. Kata ini (Jayakarta) terambil dari awal surat al-Fath yaitu (فَتْحًا مُبِينًا) yang artinya dalam bahasa lokal disebut Jayakarta. Kemudian seiring waktu disingkat menjadi Jakarta.

Sampai saat inipun, peringatan hari jadi Jakarta tetap diperingati pada 22 Juni 1527. Ketetapan ini berdasarkan keputusan DPR Sementara Kota Jakarta Nomor 6/D/K/1956.

Tulisan ini sesuai dengan Video Ust Adi Hidayat dalam Benarkah ada Walisongo,
dan keterangan lebih lanjut silahkan buka buku Api Sejarah oleh Ahmad Mansur Suryanegara.

SEKIAN
Read More

Jumat, 26 Mei 2017

5 Hadis Palsu Seputar Ramadhan

Jumat, Mei 26, 2017 0
SQ BLOG - Salam kawan sobat semuanya, Alhamdulilah memasuki bulan ramadhan tahun kali ini tinggal menghitung jam. Marhaban yaa ramadhan... 

Telah datang kepada kalian ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan.

Janji hadis di ataslah tentunya yang membuat setiap kita bergembira untuk menyambut bulan nan suci ini.
Sehubungan hal ini, admin kali ini akan berbagi beberapa hadis dha'if seputar Ramadhan. Hadis-hadis tersebut sebenarnya banyak, tapi admin hanya menyajikan 5 buah pokok bahasan yang admin sadur dari karya Ali Mustafa Ya'qub. Admin menyadari belum saatnya menghukumi sebuah hadis tanpa berdiri di atas pijakan yang benar-benar mumpuni. Karena hal ini bukan sekedar klaim ini shahih atau dha'if, tapi lebih dari itu, penguasaan akan sebab-sebab atau illatnya dan studi ilmu lainnya yang terkait.

Berikut 5 Hadis Palsu tersebut:
Telah datang kepada kalian ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan.

Read more https://konsultasisyariah.com/22686-anjuran-bergembira-dengan-datangnya-ramadhan.html
Telah datang kepada kalian ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan.

Read more https://konsultasisyariah.com/22686-anjuran-bergembira-dengan-datangnya-ramadhan.html
Telah datang kepada kalian ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan.

Read more https://konsultasisyariah.com/22686-anjuran-bergembira-dengan-datangnya-ramadhan.html

1. HADIS PERTAMA; 3 BAGIAN DALAM KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN


حَدَّثَنَاهُ أَحْمَدُ بْنُ دَاوُدَ قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ سَوَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مَسْلَمَةُ بْنُ الصَّلْتِ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ، وأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرَهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ» ﴿رواه العقيلي في الضعفاء الكبير﴾

Artinya: Permulaan bulan Ramadhan itu Rahmat, Pertengahannya maghfirah (ampunan), dan penghabisannya merurpakan pembebasan dari neraka.”[1] (.H.R. Al-Uqaili)

Hadis ini diriwayatkan juga oleh Ibnu ‘Adiy, Al-Khatib al-Bagdadi, Al-Dailami, dan Ibn ‘Asakir. Menurut Imam al-Suyuti, hadis ini nilainya dha’if (lemah), dan menurut Albani bahwa hadis ini adalah mungkar. Pernyataan Albani ini tidak berlawanan dengan pernyataan Al-Suyuti karena hadis mungkar adalah bagian dari hadis dha’if. Hadis mungkar termasuk kategori hadis yang sangat lemah dan tidak dapat dipakai sebagai dalil apa pun.[2]

Sumber kelemahan hadis ini adalah dua orang rawi, yaitu Sallam bin Sawwar dan Maslamah bin al-Shalt. Menurut Ibn ‘Adiy, Sallam bin Sawwar adalah munkar al-Hadis. Ibnu Hibban mengatakan Sallam tidak boleh dijadikan hujjah (pegangan), kecuali apabila ada rawi lain yang meriwayatkan Hadisnya. Sedangkan Maslamah bin al-Shalt adalah matruk, yaitu dituduh sebagai pendusta.

Hadits lemah yang senada dengan hadits diatas yaitu:

عَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِيّ قَالَ : خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي آخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ فَقَالَ : أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ ، شَهْرٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، جَعَلَ اللَّهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً ، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا ، مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ ، وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ ، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ…وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُه رَحْمَةٌ وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ... ﴿رواه ابن خزيمة في صحيح ابن خزيمة﴾

“Dari Salmân al-Fârisi Radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah dihadapan kami pada hari terakhir bulan Sya’bân. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Wahai manusia, sungguh bulan yang agung dan penuh barakah akan datang menaungi kalian, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allâh Subhanahu wa Ta’ala menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. Barangsiapa yang beribadah pada bulan tersebut dengan satu kebaikan, maka sama (nilainya) dengan menunaikan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang menunaikan satu kewajiban pada bulan itu, maka sama dengan menunaikan tujuh puluh ibadah wajib pada bulan yang lain. Itulah bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga …. Itulah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka...”. (H.R. Ibnu Khuzaimah)[3]

Sanad hadits ini dha’îf (lemah), karena ada seorang perawi yang bernama Ali bin Zaid bin Jud’ân. Orang ini seorang perawi yang lemah sebagaiamana diterangkan oleh Imam Ahmad, Yahya, Bukhâri, Dâruquthni, Abu Hâtim dan lain-lain. Ibnu Khuzaimah sendiri mengatakan, “Aku tidak menjadikannya sebagai hujjah karena hafalannya jelek.” Imam Abu Hatim mengatakan, “Hadits ini mungkar.”[4]

Sehingga, hadis di atas merupakan hadis dha’if yang kedha’ifannya sangat parah sehingga tidak dapat dijadikan dalil apa pun, termasuk dalam fadhailul amal.

2. HADIS KEDUA; MAKAN SEBELUM LAPAR

نَحْنُ قَوْمٌ لَا نَأْكُلُ حَتَي نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لَا نَشْبَعُ.

Artinya: Kami adalah orang-orang yang tidak makan sehingga kami lapar, dan apabila kami makan, kami tidak sampai kenyang.[5]

Ungkapan di atas banyak yang menganggapnya sebagai Hadis. Padahal tidak ditemukan sama sekali dalam kitab-kitab Hadis. Ungkapan ini ditemukan di dalam kitab Al-Rahmah fi al-Tibb wa al-Hikmah karya imam Al-Suyuti. Dan ternyata ungkapan tersebut hanyalah ucapan seorang dokter dari Sudan yang suatu saat diminta pendapatnya oleh Raja (Kisra) Persia.

Dengan demikian, ungkapan di atas bukanlah sebuah Hadis, melainkan sebuat kata-kata hikmah atau kata-kata mutiara.[6]

3. HADIS KETIGA; HARAPAN SATU TAHUN PENUH RAMADHAN


حَدَّثَنَا أَبُو الْخَطَّابِ زِيَادُ بْنُ يَحْيَى الْحَسَّانِيُّ ، حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ حَمَّادٍ أَبُو عَتَّابٍ ، أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي يَزِيدَ ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ قَالاَ : حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ أَيُّوبَ الْبَجَلِيُّ ، عَنِ الشَّعْبِيِّ ، عَنْ نَافِعِ بْنِ بُرْدَةَ ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ قَالَ أَبُو الْخَطَّابِ الْغِفَارِيُّ : قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (ح) وَقَالَ سَعِيدُ بْنُ أَبِي يَزِيدَ ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَهَذَا حَدِيثُ أَبِي الْخَطَّابِ - قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَاتَ يَوْمٍ وَقَدْ أَهَلَّ رَمَضَانُ ، فَقَالَ : لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا رَمَضَانُ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِي أَنْ يَكُونَ السَّنَةَ كُلَّهَا... ﴿رواه ابن خزيمة في صحيح ابن خزيمة﴾

Artinya: Seandainya ummatku mengetahui pahala ibadah bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar satu tahun penuh menjadi Ramadhan semua.”[7] (.H.R. Ibnu Khuzaimah)

Hadis ini diriwayatkan juga oleh Usaman Al-Khubari, Abu Ya’la, Al-Baihaqi, Ibnu Al-Najjar dan Al-Mundziri. Kepalsuan hadis di atas disebabkan oleh salah satu sanadnya yang bernama Jarir bin Ayyub al-Bajali. Para kritikus Hadis menilainya sebagai pemalsu hadis, matruk dan munkar. Disamping terdapat juga kejanggalan dalam matan hadisnya. Hadis di atas hanyalah penggalan dari potongan matannya yang masih panjang.

Menurut para ulama hadis, salah satu dari tanda-tanda hadis palsu adalah hadis itu panjang disertai kejanggalan susunan kata-kata dan maknanya. Dalam hadis ini, kejanggalan makna itu terdapat dalam besarnya pahala atau balasan dari amalan yang sangat ringan sementara dalam hadis-hadis shahih hal serupa tidak disebutkan.[8]

Pertanyaannya kemudian, jika hadis ini palsu, mengapa Ibnu Khuzaimah memasukannya ke dalam kitab shahihnya? Sebenarnya Ibnu Khuzaimah tidak seceroboh itu, karena beliau dalam kitabnya itu menyatakan dua ungkapan yang dapat menyelamatkan beliau dari kritik itu. Pertama, beliau menyatakan: باب ذكر تزيين الجنة لسهر رمضان...إن صح الخير (Bab tentang dihiasinya surga untuk bulan Ramadhan…apabila hadis ini shahih). Kedua, beliau juga menuturkan: فإن في قلبي في جرير بن ايوب البجلي سيء (Dalam hati saya ada sesuatu tentang Jarir ibn Ayyub Al-Bajali)

Jadi kesimpulannya bahwa hadis ini tetap Maudhu’ (Palsu).

4. HADIS KEEMPAT; TIDURNYA ORANG PUASA ADALAH IBADAH

أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ اللهِ الْحَافِظُ، أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ عِيسَى، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْعَلَاءِ، حَدَّثَنَا سِخْتَوَيْهِ بْنُ مَازِيَادَ، حَدَّثَنَا مَعْرُوفُ بْنُ حَسَّانَ، حَدَّثَنَا زِيَادٌ الْأَعْلَمُ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى الْأَسْلَمِيِّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ، وَصَمْتُهُ تَسْبِيحٌ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ " ﴿رواه البيهقي﴾

Artinya: Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya dikabulkan, dan amalnya dilipatgandakan.”[9] (.H.R. Al-Baihaqi)

Hadits ini dha’if, sebagaimana dikatakan Al-Iraqi, Albani juga mendhaifkan hadits ini. Di dalam hadis ini terdapat nama-sama seperti Ma’ruf bin Hasan, seorang perawi yang dha’if, dan Sulaiman bin Amr al-Nakha’I, seorang perawi yang lebih dha’if dari pada Ma’ruf. Kesimpulan Ali Mustafa Ya’qub bahwa hadis ini merupakan hadis palsu.

5. HADIS KELIMA; PUASA RAMADHAN TIDAK DITERIMA HINGGA MENGELUARKAN ZAKAT FITRAH

حَدَّثَنَا أبو قاسم بْنُ الْحُصَيْنِ قَالَ أَنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي عَلِيٍّ الْبَصْرِيُّ قَالَ نا أَبُو بَكْرٍ مُحَمَّدُ بْنُ إبراهيم بن حمدان الدير عاقولي قَالَ نَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنِ إِسْمَاعِيلَ بْنِ إِسْحَاقَ الْفَقِيهُ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَلِيِّ بْنِ عُبَيْدَةَ الْمُؤَدَّبُ قَالَ نا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ الْبَصْرِيُّ قَالَ نَا مُعْتَمِرٌ قَالَ نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ مُعَلَّقٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ لا يُرْفَعُ إِلا بِزَكَاةِ الْفِطْرِ".

Artinya: Ibadah bulan Ramadhan itu tergantung antara langit dan bumi, dan tidak akan diangkat kepada Allah kecuali dengan mengeluarkan zakat fitrah.”[10]

Ibnu Jauzi menuturkan dalam kitabnya mengenai hal ini dengan dua buah hadis. Hadis pertama pertama berasal dari Jarir sebagaimana redaksi di atas, dan hadis kedua berasal dari Anas bin Malik.[11] Ibnu Jauzi kemudian berkomentar bahwa dua hadis itu tidak shahih (palsu). Hadis pertama di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Muhammad bin Ubaid, seorang yang tidak dikenal identitasnya. Sedangkan hadis kedua di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Abd al-Rahman bin Utsman, para ulama melemparkan Hadis Abd al-Rahman bi Utsman. Dan menurut Ibnu Hibban Abd al-Rahman bin Utsman tidak boleh dijadikan hujjah.

Demikian juga Al-Suyuti menutukan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Syahin dan Al-Dhiya, keduanya berasal dari Jabir. Al-Suyuti mengatakan bahwa hadis ini dha’if tanpa menyebutkan alasannya. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir yang di dalam sanandnya terdapat rawi yang bernama Abd al-Rahman bin Utsman yang tidak diketahui identitsanya.

Dengan demikian, sanad hadis ini tidak dapat dinilai karena ada rawi yang majhul. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hadis ini palsu.

ENDNOTE

[1] Muhammad bin ‘Amr Al-Uqaili, Al-Dhu’afa al-Kabir (Beirut: Darr al-Maktabah al-Ilmiyah, 1404 H/1984 M), jilid 2, Cet. I, h. 162
[2] Lihat Ali Mustafa Ya’qub, Hadis-hadis Palsu Seputar Ramadhan (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2013), Cet. VI, h. 14
[3] Ibnu Khuzaimah, Shahih Ibnu Khuzaimah (Maktbah Syamilah)
[4] Almanhaj.or.id
[5] Muhammad bin ‘Amr Al-Uqaili, Al-Dhu’afa al-Kabir (Beirut: Darr al-Maktabah al-Ilmiyah, 1404 H/1984 M), jilid 2, Cet. I, h. 162
[6] Lihat Ali Mustafa Ya’qub, Hadis-hadis Palsu Seputar Ramadhan (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2013), Cet. VI, h. 23
[7] Ibnu Khuzaimah, Shahih Ibnu Khuzaimah (Maktbah Syamilah)
[8] Lihat Ibn Shalah, Muqaddimah Ibn Shalah, yang dinukil dalam Ali Mustafa Ya’qub, Hadis-hadis Palsu Seputar Ramadhan, h. 28
[9] Al-Baihaqi, Sya’b al-Iman, (Maktbah Syamilah), kemudian dinukil oleh Al-Suyuti dalam Al-Jami’ al-Shaghir
[10] Ibnu Jauzi, Al-‘Ilal al-Mutanahiyah fi al-Ahadits al-Wahiyah
[11] Dengan readaksi “لا يَزَالُ صِيَامُ الْعَبْدِ مُعَلَّقًا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ حَتَّى يُؤَدِّيَ زَكَاةَ فِطْرِهِ.”

SEKIAN


pdf DOWNLOAD: LINK 1
pdf DOWNLOAD: LINK 2
Read More

Post Top Ad