Daftar Isi/Contents SQ BLOG >> KLIK DISINI
kajian(*)Quran_Hadis_Sains. Diberdayakan oleh Blogger.

Cinta Tanah Air, Mengapa Tidak?

Rabu, 17 Agustus 2016

SQ Blog - Alhamdulillah, hari ini bertetapan dengan hari kemerdekaan RI yang ke-71. Seperti dimaklumi bahwa kemerdekaan merupakan nikmat yang sangat utama bagi manusia. Merdeka dari penjajahan, perbudakan, deskriminasi, dan tindak kekerasan lainnya. Dan yang tidak kalah penting adalah merdeka secara bathin. Merdeka secara batin? Iya! Silahkan dimaknai sendiri,...

Bersamaan dengan ini, SQ blog menghanturkan selamat HUT Kemerdekaan yang Ke-71. Dengan semangat proklamasi 45, semoga negeri ini kedepannya semakin maju dan sejahtera, aamiin.

Lalu gimana pandangan sobat terkait cinta tanah air? Bagaimana relasinya dengan ajaran agama? Nah berikut tulisan Pak Quraish Shihab terkait hal tersebut, sebaimana yang admin kutip dalam bukunya "Wawasan al-Quran."

Rasa kebangsaan tidak dapat dinyatakan adanya, tanpa dibuktikan oleh patriotisme dan cinta tanah air. Cinta tanah air tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama, bahkan inklusif di dalam ajaran Al-Quran dan praktik Nabi Muhammad Saw.

Hal ini bukan sekadar dibuktikan melalui ungkapan populer yang dinilai oleh sebagian orang sebagai hadis Nabi Saw, Hubbul wathan minal iman (Cinta tanah air adalah bagian dari iman), melainkan justru dibuktikan dalam praktik Nabi Muhammad Saw., baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat.

Ketika Rasulullah Saw. berhijrah ke Madinah, beliau shalat menghadap ke Bait Al-Maqdis. Tetapi, setelah enam belas bulan, rupanya beliau rindu kepada Makkah dan Ka'bah, karena
merupakan kiblat leluhurnya dan kebanggaan orang-orang Arab. Begitu tulis Al-Qasimi dalam tafsirnya. Wajah beliau berbolak-balik menengadah ke langit, bermohon agar kiblat diarahkan ke Makkah, maka Allah merestui keinginan ini dengan menurunkan firman-Nya:

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِز

ِArtinya: Sungguh Kami (senang) melihat wajahmu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjid Al-Haram. (QS Al-Baqarah [2]: 144).

Cinta beliau kepada tanah tumpah darahnya tampak pula ketika meninggalkan kota Makkah dan berhijrah ke Madinah. Sambil menengok ke kota Makkah beliau berucap:

Demi Allah, sesungguhnya engkau adalah bumi Allah yang paling aku cintai, seandainya bukan yang bertempat tinggal di sini mengusirku, niscaya aku tidak akan meninggalkannya.

Sahabat-sahabat Nabi Saw. pun demikian, sampai-sampai Nabi Saw. bermohon kepada Allah:

Wahai Allah, cintakanlah kota Madinah kepada kami, sebagaimana engkau mencintakan kota Makkah kepada kami, bahkan lebih (HR Bukhari, Malik dan Ahmad).

Memang, cinta kepada tanah tumpah darah merupakan naluri manusia, dan karena itu pula Nabi Saw. menjadikan salah satu tolok ukur kebahagiaan adalah "diperolehnya rezeki dari tanah tumpah darah". Sungguh benar ungkapan, "hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih senang di negeri sendiri."

Bahkan Rasulullah Saw. mengatakan bahwa orang yang gugur karena membela keluarga, mempertahankan harta, dan negeri sendiri dinilai sebagai syahid sebagaimana yang gugur membela ajaran agama. Bahkan Al-Quran menggandengkan pembelaan agama dan pembelaan negara dalam firman-Nya:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ . إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ.

Allah tidak melarang kamu berbuat baik, dan memberi sebagian hartamu (berbuat adil) kepada orang yang tidak memerangi kamu karena agama, dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama, mengusir kamu dari negerimu, dan membantu orang lain mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS Al-Mumtahanah [60]: 8-9).

SEKIAN

Beberapa Tips Menata Kelas Impian Bagi Pengajar

Senin, 08 Agustus 2016

SQ BlogSeminar classroom management pada kesempatan kali ini disampaikan oleh ibu Yessy Yanita Sari, selaku dosen, konsultan pendidikan, penulis, dan beberapa profesi lainnya. Ibu dari lima anak tersebut mengawali pembicaraannya dengan peranan penting guru dalam dunia pendidikan. Beliau menyarankan agar setiap guru selain menyampaikan pelajaran, juga memberikan pendidikan yang berdasarkan al-Quran dan Hadis, serta jika memungkinkan menggunakan pendekatan sains (scientific approach) yang dimaksudkan agar menambah semangat anak dalam belajar.

Definisi dan Tujuan Classroom Manajement

Dengat tema “Classroom management”, Ibu Yessy kemudian melanjutkan penyampaiannya mengenai definisi dan tujuan classroom manajemen. Dalam pemaparannya, Ibu Yessy menyebutkan bahwa Classroom Management adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha guru untuk mengatur, baik siswa, ruangan, waktu, dan materi untuk memberikan kenyamanan dalam proses pembelajaran. Penataan ruang lingkup sekolah yang tertata dan rapi akan memberikan kenyamanan dalam lingkungan sekolah, baik terhadap murid, begitupun terhadap guru.

Ibu Yessy menyebutkan setidaknya ada dua tujuan manajemen kelas. Pertama; membantu siswa untuk terlibat dan bekerja sama dalam setiap kegiatan di kelas. Tujuan ini untuk mengefektifkan dan membentuk kedisiplinan di kelas. Kedua; meningkatkan mutu pembelajaran atau untuk menghasilkan pembelajaran yang berkualitas. Keadaan di kelas sangat ditentukan dengan pembiasaan-pembiasaan kepada semua murid. Oleh karena itu, pembinaan culture sangat menentukan dalam menciptakan kelas yang tertib dan disiplin.

Aspek dalam Classroom Manajement

Pesan berikutnya yang ibu Yessy sampaikan terkait dengan beberepa aspek dalam menciptakan classroom manajement yang baik. Aspek-aspek tersebut ialah:
  • Discipline, aspek ini dapat dicapai melalui pembinaan culture;
  • Prepared, maksudnya segala sesuatu yang akan dilaksanakan di kelas telah disiapkan agar berjalan sesuai rencana dan harapan. Termasuk bahwa setiap pengajar harus sudah siap dengan materi dan bahan mata pelajarannya;
  • Motivation, bahwa setiap pengajar seyogyanya memiliki kreatifitas dalam Pengajaran termasuk senantiasa memberikan motivasi kepada murid untuk giat dan tekun belajar;
  • Providing save, artinya suasana kelas hendaknya nyaman, kondusif dan mendukung terhadap semua kegiatan dalam proses pembelajaran;
  • Self esteem, maksudnya kelas yang baik hendaknya dapat melindungi dan membangun harga diri murid.
Setelah memberikan beberapa aspek di atas, Ibu Yessy kemudian memberikan catatan bahwa “it’s different for everyone”. Maksudnya bahwa setiap pengaturan kelas tidak harus sama, melainkan disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan. Lebih lengkapnya, bentuk atau tatanan dalam ruagan kelas ditentukan oleh beberapa hal berikut:

  • Teaching styles (metode Pengajaran)
  • Personality/Attitudes (kepribadian siswa)
  • Student population (populasi siswa)
  • Not all management strategies are effective for every teacher (tidak semua cara manajemen efektif bagi semua guru)
Keempat unsur di atas menurut Ibu Yessy perlu diperhatikan dalam mengatur setiap kelas. Unsur-unsur tersebut dipertimbangkan agar tujuan yang direncanakan dalam pembelajaran dapat tercapai. Unsur personality atau kepribadian siswa dari beberapa aspek di atas dijelaskan secara panjang lebar oleh ibu Yessy. Menurutnya, aspek ini sangat penting agar penanganan terhadap siswa dapat efektif dan tepat sasaran. Pada uraiannnya, Ibu Yessy mengutip pesan Ali bin Abi Thalib sebagaimana berikut:

لاعبوهم لسبع وأدبوهم لسبع وصاحبوهم لسبع.

Sebagian ulama mengatakan bahwa ungkapan ini lebih lanyak dinisbahkan kepada Amirul Mukminin, Umar bin Khattab. (http://www.islamweb.net).

Pesan Ali tersebut di atas mengisyaratkan adanya proses dan tahap dalam pendidikan, ujar Ibu Yessy. Pendidikan seharusnya melalui 3 tahap berdasarkan usia, yaitu:
  • Tahap bermain (لاعبوهم /ajaklah mereka bermain), sejak lahir atau umur 1 tahun sampai kira-kira 7 tahun;
  • Tahap penanaman disiplin (أدبوهم/ajarilah mereka adab), dari kira-kira umur 7 tahun sampai 14 tahun;
  • Tahap kemitraan (صاحبوهم/jadikanlah mereka sebagai sahabat), kira-kira mulai umur 14 tahun ke atas.
Demikianlah halnya dalam pengaturan kelas (classroom mangemant), tahap di atas sangat perlu diperhatikan, ujar Ibu Yessy. Arah pendidikan berdasarkan umur ini diterapkan dalam melakukan display kelas, baik yang berhubungan dengan metode pengajaran, classroom rules (aturan kelas), physical space (tata ruang kelas), dan hal lain yang bersangkutan dengan pengajaran di kelas. Sebagai contoh, bagi anak-anak TK (taman kanak-kanak), maka seyogyanya lebih banyak bermain sambil belajar mengingat usianya yang masih dibawah 7 tahun. Demikian juga pada anak SD (sekolah dasar), sudah seyogyanya arah pengajarannya sudah berorientasi untuk menanamkan adab atau tata karma. Demikian seterusnya bagi anak SMP dan SMA, hendaknya seorang pendidik sudah memposisikan diri sebagai mitra atau pembimbing belajar dengan tetap memperhatikan batasan yang wajar antara guru/pendidik dan murid.

Manfaat Classroom Manajement

Ibu Yessy tidak luput juga menjelaskan manfaat classroom management yang baik. Pengajaran yang efesien sambungnya semestinya didukung dengan pengaturan yang baik dan terkontrol. Semua pihak harus bekerja sama untuk menciptakan kenyamanan di sekolah khususnya dalam proses pembelajaran. Ini dimaksudkan untuk membentuk culture yang mendukung suasana belajar yang kondusif. Di antara manfaat classroom management ialah:
  • Memberikan kenyamanan dalam proses pembelajaran;
  • Aspek penting untuk mengontrol suksesnya pembelajaran di kelas.
First Two Week

Masih terkait classroom management, upaya ini tidak dapat dilakukan secara instan di ruang lingkup sekolah, melainkan diupayakan secara bertahap melalui pembiasaan. Salah satu cara atau program yang bisa dilakukan untuk mengawali program ini ialah agenda first two week. Agenda first two week memuat program-program sekolah yang difokuskan untuk dilaksanakan dan dapat dicapai dalam tempo dua minggu awal sekolah. Tidak hanya itu, tempo dua minggu ini dimaksudkan untuk menanamkan kebiasaan kepada murid sekaligus mengenalkan lingkungan sekolah agar kedepannya sudah terbiasa dan dapat menjalankan aturan sekolah dengan bertanggungjawab. Olehnya karena itu, pada masa-masa first two week proses pembelajaran secara umum belum berjalan seperti biasanya. Hari-hari sekolah anak masih difokuskan dengan penyesuaian lingkungan sekolah, termasuk hak dan kewajibannya, aturan dan konsekuensinya, dan sebagainya.

Bahkan menurut Ibu Yessy, mula-mula agenda ini dilakukan dalam jangka waktu selama enam pekan (first six week). Ini menunjukkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan ditentukan sejak beberapa pekan awal sekolah. Gambaran akhir tahun pembelajaran dapat diketahui seberapa intensif class management dari beberapa pekan awal sekolah.

Rule and Consequence

Dalam classroom management, satu unsur penting yang perlu diperhatikan ialah terkait aturan dan konsekuensi. Aturan dan konsekunesi ini dibuat untuk mendukung dan menciptakan lingkungan sekolah nyaman dan teratur. Setiap guru dan murid dan menempatkan diri masing-masing sesuai hak dan kewajibannya. Hal ini dapat berjalan dengan baik melalui kesepakatan yang dibuat bersama yang kemudian dituliskan dalam bentuk aturan dan konsekuensi (Rule and Consequence).

Berbeda dengan aturan pada umumnya, aturan di sekolah menurut ibu Yessy hendaknya memenuhi beberapa syarat, diantaranya dapat dilaksanakan, masuk akal atau logis, serta terdapat konsekuensi bagi yang melanggarnya. Konsekuensinya pun berbeda dan istilah sanksi atau denda sebagaimana umumnya, karena yang diharapakan pada penerapan konsekuensinya juga tidak terlepas dari nilai-nilai pendidikan. Seorang anak dalam menerima konsekuensi masih berkaitan erat dengan aturan yang dilanggarnya. Artinya, ada upaya perbaikan dan pembiasaan terhadap aturan yang anak langgar, demikian ujar ibu Yessy.

SEKIAN

SDI Azhari Islamic School - Jakarta Selatan
Jumat, 22 Juli 2016

Kemeriahan & Antusiasme Siswa Jajan Kuliner Betawi

Sabtu, 06 Agustus 2016

SQ BLOG - Postingan ini melanjutkan tulisan sebelumnya, Jelajah Kuliner ala Betawi di Sekolah. Setelah tahu akan beragam jenis makanan dan minuman ala Betawi atau di Jakarta pada umumnya, yuk kita intip suasana event acara tersebut. Gimana sich kemeriahannya, penasaran yaa,.. berikut liputannya...!

SUASANA STAND BUNDA-BUNDA
YANG RAMAI DIPENUHI
OLEH PARA MURID


ANTUSIASME PARA MURID UNTUK MENGETAHUI
BERAGAMA JENIS MAKANAN DAN MINUMAN
KHAS BETAWI (JAKARTA)


ICON BUSANA BETAWI
OLEH GURU (USTAD DAN MISS)
AIS LEBAK BULUS


Menutup postingan ini, admin mengutip Quran Surah al-Hujurat ayat 13 untuk dijadikan renungan bersama. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang bertakwa, Aamiin.

.يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. al-Hujurat: 13)

Sampai jumpa di event Betawi'd Day selanjutnya


SEKIAN

Jelajah Kuliner Ala Betawi di Sekolah

Jumat, 05 Agustus 2016


SQ Blog - Market day, yaa itulah kira-kira yang menggambarkan agenda sekolah kali ini. Bersama riang dan gembira, segenap dewan guru, para murid, dan juga tentunya para wali murid, khususnya para Bunda-bunda, semuanya turut menyambut agenda Betawi's Day pekan ini.

Bertetapan hari Jumat, 5 Agustus 2016, jam 9 pagi, kepala sekolah SDI Azhari Islamic School Lebak Bulus, Ust. Irawansyah Putra membuka dengan resmi acara tersebut. Dalam sekejap, semua stand telah dipenuhi para siswa (Banin dan Banat) untuk mencicipi beragam makanan yang telah disediakan. Pada beberapa stand, juga nampak beberapa guru yang sedang antri atau sekedar mengambil dokumentasi. Tidak hanya itu, juga dimeriahkan oleh para guru yang saling berbalas pantun di sela-sela acara tersebut.

"Pelaksanaan agenda ini tidak terlepas dari peran panitia yang telah bekerja keras. Panitia melaksanakan agenda ini atas kerja sama dengan wali murid/korlas. Jadi, semua 13 stand yang ada berdasarkan laporan panitia akan dihandle oleh wali murid/korlas dengan setiap menu makanan dan minuman yang berbeda-beda."

Agenda ini menyajikan beragam jenis makanan dan minuman khas Betawi dan Jakarta. Anak-anak diharapkan melalui event ini dapat lebih mencintai dan mengenal makanan khas daerah. Disamping itu, melalui agenda ini diharapakan pembelajaran SBK dan PLBJ di sekolah-sekolah dapat lebih efektif. Beberapa jenis makanan dan minuman yang dihadirkan dalam acara ini pun dibuatkan tempat khusus untuk display bagi semua siswa ataupun guru dan wali murid.

Berikut beberapa kuliner ala Betawi yang dasajikan dalam kegiatan tersebut:

1) Nasi Uduk



2) Pesor


3) Kerupuk Kembang Rose



4, 5) Kue Pepe, Dodol Betawi 




6) Rambut Nenek


7) Kue Apem




8) Kue cucur



9, 10) Kue Gambang, Kue Cincin



11) Kue Gemblong



12) Es Selendang Mayang



13) Es Doger


14) Bir Pletok

15) Ketan Urap



15, 16) Kue Biji Ketapang, Kue Sagon



17) Ketoprak




18) Dan lain-lain (Beberapa makanan lainnya admin tidak sempat dokumentasikan)

Woow, lumayan banyak kan sobat, semuanya enak-enak dan lezat. Bahkan terdapat beberapa makanan lainnya yang admin tidak sempat dokumentasikan. Sungguh luar biasa kuliner negeri ini.

SEKIAN
Previous Home
 
ADMIN : SQ BLOG - wahana ilmu dan amal HASRUL | FB RulHas - SulTra | TWITTER RulHas BS
Copyright © 1437 H / 2016 M. SQ BLOG - All Rights Reserved
Support : Creating Website | Mas Template
Proudly powered by Blogger